![]() |
| Berikut ini cara memanfaatkan Sereh untuk meredakan pegal linu. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pegal linu termasuk penyakit yang umum terjadi di berbagai kalangan. Salah satu cara yang dapat dilakukan mengatasi pegal linu adalah dengan menggunakan Sereh.
Sereh (Cymbopogon nardus (L) Rendle) dibeberapa daerah dikenal dengan Sumatera: sere mangat, sange-sange, sarai; Jawa: sere; Kalimantan: belangkak, segumau; Nusa Tenggara: see, pataha mpori, kendaung witu, nau sina; Sulawesi: tonti, timbu ‘ale, longio; Maluku: tapisa-pisa, hisa-hisa, isalo.
Sereh merupakan keluarga rumput yang rimbun dan berumpun besar, aroma kuat dan wangi, juga merupakan tanaman tahunan yang hidup liar. Tinggi sampai 1,2 m. Akar merupakan akar serabut yang berimpang pendek.
Batang tanaman tumbuh tegak lurus, bergerombol, berumbi berwarna putih kekuningan atau putih keunguan dan kemerahan, lunak, bersifat kaku dan mudah patah serta berongga. Isi batang berupa pelepah umbi untuk pucuk.
Daun berwarna hijau, tepi tajam dan kasar, panjang 50-100 cm, lebar 2 cm, daging daun tipis, serta pada permukaan dan dalamnya berbulu halus, tidak bertangkai, kesat, panjang, runcing, hamper menyerupai daun lalang.
- Berita Terkait: Khasiat Sambiloto Meredakan Pegal Linu
- Berita Terkait: OMAI HerbaVOMITZ Mengandung Zat Aktif Avominol Atasi Mual dan Kembung
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Bentuk seperti pita yang makin keujung makin runcing dan berbau citrus ketika diremas, tulang daun tersusun sejajar, letaknya padabatang tersebar. Jarang sekali memiliki bunga bila ada tidak memiliki mahkota dan mengandung bulir.
Sereh mengandung 1% minyak atsiri dengan komponen sitronelal (32-45%), geraniol (12-25%), geranil asetat (3-8%), sitronelil asetat (1-4%). Komponen lain adalah mirsen (12- 25%), diterpen, metilheptanon, sitronelol, linalool, farnesol, alkohol, aldehid, terpineol dan lebih 12 komponen lain.
Secara tinjauan ilmiah, uji aktivitas analgesik terhadap Sereh telah dilakukan dengan menggunakan metode induksi karagenan. Hasil uji menunjukkan bahwa dekokta sere 20% dapat menghambat edema pada telapak kaki tikus sebesar 19%, sedangkan pada indometasin dapat menghambat edema sebesar 59%.
Ekstrak air panas daun Sereh kering yang diberikan secara intragastrik kepada tikus dosis 15 ml/kg secara aktif menghambat edema telapak kaki tikus yang diinduksi dengan karagenan sedangkan pada dosis 25 mL/kg mempunyai efek diuretik lemah.
Cara pembuatan/penggunaan: 2 x 2 g bonggol/hari. Bahan direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, dinginkan, saring dan diminum selagi hangat. (Sumber: Formularium Ramuan Obat Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tahun 2017, Halaman 44-45). Redaksi JamuDigital.Com









