Khasiat Keladi Tikus untuk Penderita Kanker
Tanggal Posting : Sabtu, 16 Oktober 2021 | 06:09
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 231 Kali
Khasiat Keladi Tikus untuk Penderita Kanker
Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) termasuk golongan herba yang bentuknya menyerupai talas yang memiliki khasiat bagi penderita kanker.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Keladi Tikus merupakan salah satu jenis tumbuhan semak yang dapat ditemukan di Indonesia. Tumbuhan ini dipercaya dapat mengobati sejumlah penyakit, termasuk kanker. Namun, apakah Keladi Tikus dapat digunakan sebagai obat yang efektif? Mari kita simak di artikel berikut.

Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) didaerah lain dikenal dengan bira kecil, daun panta susu, kalamayong, ileus, kibabi, trenggiling mentik. Keladi Tikus salah satu jenis tanaman obat yang merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak ditemui di pulau Jawa dan tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-300 m di atas permukaan laut.

Keladi Tikus termasuk golongan herba yang bentuknya menyerupai talas tumbuh berumpun di alam bebas pada tanah gembur, lembab dan teduh. Di pulau Jawa Keladi Tikus banyak ditemukan di hampir semua tempat baik datarantinggi maupun dataran rendah.

Pada tanaman yang masih kecil daunnya biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Daun berikutnya mulai meruncing seperti daun talas. Keladi Tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah. Bunga berwarna putih kekuningan dan kelopaknya menyerupai ekor tikus.

Akarnya berwarna putih membesar membentuk umbi. Tinggi tanaman dewasa 10-20 cm (yang berkualitas bagus) dengan berat 10-20 gram setiap rumpun. Umbi Keladi Tikus berbentuk bulat lonjong. Untuk tanaman dewasa yang siap digunakan diameter umbi antara 1-2 cm.

Adapun kandungan kimia dari Keladi Tikus adalah alkaloid, saponin, steroid dan glikosida. Namun belum diketahui bahan aktif yang spesifik pada Keladi Tikus yang berperan dalam menyembuhkan penyakit kanker. Senyawa aktif lainnya ialah fitol, asam heksadekanoat, asam oktadekanoat, koniferin, beta-sitosterol, beta-daukosterol, serebrosida, asam laurat, dan asam kaprat.

Menurut tinjauan ilmiah, sebuah uji in vitro yang dilakukan untuk mengetahui efek esktrak etanol umbi keladi tikus terhadap sel kanker payudara MCF-7 menunjukkan bahwa ekstrak etanol 50% umbi Keladi Tikus dapat menghambat proliferasi sel pada konsentrasi 50, 75, 100, 125, dan 150 u/ mL.

Semakin tinggi kosentrasi yang digunakan semakin kecil jumlah sel yang hidup dan aktifitas penghambatannya (persentase kematian) makin tinggi. JPerhitungan dengan regresi linier menunjukkan pada kpnsentrasi 89,16 p/mL ekstrak etartol 50% umbi keladi tikus dapat menghambat 50% proliferasi sel (LCso) MCF-71.

Bahan-bahan: Umbi Keladi Tikus 250 g. Cara pembuatan: Bahan ramuan dipotong-potong lalu dijemur sampai kering lalu ditumbuk halus tambahkan 1 gelas air mendidih/air matang panas. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 1 gelas, makan gula merah atau minum madu tapi tidak boleh dicampur dengan air kira-kira 3 jam. (Sumber: Buku "Formularium Ramuan Etnomedisin Obat Tradisional Indonesia VOL 3 Badan POM" tahun 2013, Hal. 29). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: