Kemenko PMK Adakan FGD Roadmap Pengembangan Jamu 2019
Tanggal Posting : Senin, 2 Desember 2019 | 06:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 148 Kali
Kemenko PMK Adakan FGD Roadmap Pengembangan Jamu 2019
Suasana FGD Roadmap Pengembangan Jamu 2019 di Kemenko PMK, Jakarta, 27 November 2019.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESA. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Roadmap Pengembangan Jamu Sebagai Warisan Budaya pada Rabu, 27 November 2019 di Kantor Kemenko PMK Jakarta.

Tujuannya adalah sebagai upaya pelestarian Jamu sebagai warisan budaya asli Indonesia, maka diperlukan perencanaan pengelolaan secara terkoordinasi, terintegrasi dan sinergi secara berkelanjutan antara Pemerintah dan stakeholders terkait. Undangan FGD disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida kepada Kementerian dan Lembaga terkait.

Demikian disampaikan oleh dr. Danang Ardiyanto, Peneliti dan Koordinator Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, B2P2TOOT, Kemenkes RI. yang hadir pada Focus Group Discussion (FGD) Roadmap Pengembangan Jamu kepada Redaksi JamuDigital.Com beberapa waktu lalu.

Kesepakatan Hasil FGD Roadmap Pengembangan Jamu

Berikut ini, Kesepakatan Hasil Focus Group Discussion (FGD) Roadmap Pengembangan Jamu sebagai Warisan Budaya.

Pada hari ini, Rabu tanggal 27 November 2019 di Ruang Rapat lantai 10, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), telah dilakukan FGD Roadmap Pengembangan Jamu sebagai Warisan Budaya yang dipimpin oleh Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, dihadiri oleh:

Asisten Deputi Standarisasi dan Sertifikasi, Kementerian Koperasi dan UKM; Perwakilan Asisten Deputi Pengembangan Industri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Takbenda, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kepala Seksi Pengetahuan dan Teknologi Tradisional, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Mutu Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM; Perwakilan Subdirektorat Farmasi dan Kosmetik, Kementerian Perindustrian; Kepala Sub Direktorat Tanaman Obat, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian; Perwakilan Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; Perwakilan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Kementerian Kesehatan.

Sebagai Narasumber yaitu: Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes BPOM, serta Jejaring Global Fasilitator ICH-UNESCO, Harry Waluyo.

Berdasarkan pemaparan dari Narasumber dan diskusi yang berkembang disepakati hal-hal sebagai berikut:

  1. Jamu perlu di tangani khusus dan terpisah dari Fitofarmaka serta tidak hanya merupakan produk (ramuan), tetapi mencakup semua komponen kesehatan tradisional Indonesia seperti keterampilan, olah pikir, dan lain-lain;
  2. Jamu sebagai warisan budaya merupakan hak komunal masyarakat yang perlu diberikan akses oleh pemerintah dalam bentuk pelayanan kesehatan formal, baik dalam bentuk alternatif maupun komplementer;
  3. Kemenko PMK mengoptimalkan fungsi Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian dalam penyusunan Roadmap Pengembangan Jamu sebagai Warisan Budaya;
  4. Kemenko PMK memfasilitasi pembentukan Tim Koordinasi Pelestarian Jamu sebagai Warisan Budaya;
  5. Kemenko PMK memfasilitasi review Roadmap Pengembangan Jamu yang telah disusun oleh Kemenko Perekonomian dari K/L terkait;
  6. Kemenko Perekonomian mengoptimalkan fungsi koordinasi industrialisasi jamu kepada K/L terkait, dan melaksanakan pemetaan industri Jamu di Indonesia;
  7. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memfasilitasi pengusulan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Hari Jamu Nasional serta memasukkan Jamu sebagai muatan lokal pendidikan dasar, menengah dan mata kuliah pada pendidikan tinggi;
  8. Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi standarisasi dan sertifikasi Jamu;
  9. Kementerian Pertanian mengupayakan terjaminnya kuantitas, kualitas dan kontinuitas bahan baku jamu pada komoditas prioritas;
  10. Kementerian Kesehatan melaksanakan penelitian dan pengembangan terkait produk jamu, mendorong penggunaan jamu sebagai upaya promotif dan preventif guna mewujudkan jamu terintegrasi dalam pelayanan kesehatan formal;
  11. Kementerian Perindustrian melakukan pembinaan dan pengembangan industri jamu dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) jamu;
  12. Badan Pengkajian Penerapan Teknologi mendukung kajian jamu dan desain peralatan produksi jamu;
  13. Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan pengawasan terhadap mutu dan keamanan produk jamu serta melakukan pendampingan UMKM Jamu;
  14. Peserta rapat sepakat untuk mengusulkan Jamu kedalam RPJMN 2020-2024 kepada Kementerian PPN/BAPPENAS dan RKP 2020-2024;
  15. Peserta rapat sepakat untuk menggerakkan kembali Bugar dengan Jamu (Bude jamu) di masing-masing kementerian/lembaga dan mengupayakan ketersediaan Jamu di lingkungan kerja masing-masing;
  16. Peserta rapat sepakat untuk melakukan kunjungan kerja ke balai besar penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional di Tawangmangu dan sentra Jamu di Sukoharjo, Jawa Tengah dikoordinasikan oleh Kemenko PMK pada awal tahun 2020.

Tindaklanjut:

  1. Kemenko PMK akan mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang Kementerian/Lembaga terkait dan pemangku kepentingan untuk melakukan review terhadap roadmap pengembangan jamu sebagai warisan budaya.
  2. Kemenko PMK akan melakukan evaluasi terhadap komitmen masing-masing Kementerian/Lembaga dalam pengembangan Jamu. Demikian kesepakatan bersama ini disusun untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: