Kalbe Farma Bangun Ekosistem Obat Herbal
Tanggal Posting : Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:37
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 262 Kali
Kalbe Farma Bangun Ekosistem Obat Herbal
Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, dalam diskusi Investor Daily Summit 2021, Kamis, 15 Juli 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sedang membangun ekosistem berbagai obat herbal di Indonesia. Pembentukan ekosistem ini dilakukan dengan menggandeng petani dan pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Presiden Direktur Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius menjelaskan, ekosistem obat herbal pertama yang sedang dibangun oleh Kalbe adalah ekosistem Jahe Merah. Dia menyebutkan, dalam membangun ekosistem ini, Kalbe melibatkan sekitar 10 ribu petani. 

"Ke depannya kami targetkan bisa melibatkan 25 ribu petani," jelas Vidjongtius dalam acara Investor Daily Summit 2021, Kamis, 15 Juli 2021. 

Vidjongtius mengungkapkan, pihaknya melibatkan petani untuk proses pembibitan. Sementara untuk proses pendanaan, Kalbe melibatkan perbankan dan pihak pemasaran untuk menangani pemasaran ke luar negeri. 

Sejauh ini, Vidjongtius menilai, respon pelaku industri dan pelaku UMKM yang juga terlibat cukup baik. Oleh karena itu, Kalbe ingin membentuk ekosistem herbal lain untuk sereh dan selasih. 

"Dengan adanya ekosistem ini, kami dapat membantu UMKM dan peklaku industri rumah tangga untuk dapat naik kelas. Hal ini sekaligus untuk membentuk ekosistem herbal di Indonesia," papar dia. 

Adapun Kalbe Farma memberanikan diri membentuk ekosistem ini karena sudah dapat mengembangkan ekosistem untuk produk biologis di Cikarang. Dalam tiga tahun terakhir, Kalbe sudah dapat memproduksi bahan baku obat dari produk biologis dan tidak perlu mengimpor dari luar negeri. 

Hal yang sama menurut Vidjongtius dapat dilakukan dalam membentuk ekosistem obat dan vaksin COVID-19 di Indonesia. Saat ini, Kalbe juga tengah membentuk ekosistem dengan menggandeng berbagai pihak seperti universitas, rumah sakit dan lembaga lain untuk mengembangkan bahan baku vaksin COVID-19, yakni vaksin GX-19N. 

Ke depan, menurut Vidjongtius tidak hanya vaksin COVID-19 saja yang dapat dikembangkan melalui ekosistem yang terbentuk. Namun, kolaborasi yang dilakukan antara berbagai pihak juga bisa menghasilkan vaksin lainnya yang berguna di masa depan. 

"Bersama Kalbe, kami terbuka untuk melakukan kolaborasi untuk mengurangi kandungan impor bahan baku atau barang jadi," kata dia. (Sumber Berita: https://investor.id/market-and-corporate/kalbe-farma-kembangkan-ekosistem-obat-herbal). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: