Enggang Herbal Edukasi Masyarakat Bontang Agar tak Bergantung pada Obat Kimiawi
Tanggal Posting : Rabu, 20 April 2022 | 08:36
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1945 Kali
Enggang Herbal Edukasi Masyarakat Bontang Agar tak Bergantung pada Obat Kimiawi
Enggang Herbal adalah bertujuan untuk menyadarkan masyarakat di Bontang ini untuk bisa memanfaatkan tanaman herbal.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Di balik Rumah Toga Enggang Herbal Bontang, terdapat sosok Suwaji selaku founder atau pendirinya. Dengan memanfaatkan halaman rumah yang kosong, Suwaji mengawali kegiatan budidaya tanamannya berupa sayur-sayuran di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

"Awalnya itu saya tidak menanam tanaman herbal, tetapi sayur-sayuran saja di halaman rumah samping yang kosong," kata Suwaji dalam webinar di YouTube TribunKaltim.co pada Selasa (19/4/2022).

Mulai sejak tahun 2012, Suwaji mulai menanam tanaman seperti jahe, temulawak dan lain-lain. Kemudian di tahun 2013, pihak Pupuk Kaltim menawarkan Suwaji untuk mengembangkan tanaman toga yang dimilikinya.

"Di 2013, Corporate Social Responsibility (CSR) Pupuk Kaltim masuk untuk mengembangkan tanaman toga yg saya miliki secara besar," terangnya. "Kita dibuatkan Greenhouse dan melakukan penanaman bibit tanaman yang ada," tambahnya.

Pada pertengahan tahun 2015, Kelompok Enggang Herbal diberangkatkan oleh Pupuk Kaltim ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan pengembangan tanaman herbal lebih jauh lagi. "Disana kami dilatih untuk membuat bermacam-macam minuman kesehatan," pungkasnya.

"Memang dari Yogyakarta waktu itu kita diajarkan membuat minuman yang benar-benar sehat dan tidak berdampak negatif bagi tubuh," lanjutnya. Suwaji juga kerap kali memberikan edukasi mengenai tanaman herbal ke masyarakat, baik secara kelompok atau pun perorangan.

Sifatnya Sudah Universal

Dan ternyata, pemanfaatan tanaman herbal ini tidak hanya digeluti di Indonesia saja. Suwaji mengaku pada saat dirinya mengikuti pelatihan di Yogyakarta, ada berbagai negara yang juga mengikuti pelatihan tersebut, contohnya saja Amerika Serikat, India dan lain-lain.

"Di Indonesia sendiri kita punya 10 macam tanaman khas yang berkhasiat untuk pengobatan dan hanya tumbuh di Indonesia saja," tuturnya. Suwaji menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Pupuk Kaltim yang memang selalu membantu warga sekitarnya agar menjadi masyarakat yang mandiri.

Jadi masyarakat tak harus bergantung dengan pekerjaan yang disediakan di dalam area perusahaan Pupuk Kaltim saja. "Tetapi masyarakat dibina untuk menjadi masyarakat yang mandiri," imbuhnya.

Adapun misi dari Enggang Herbal adalah bertujuan untuk menyadarkan masyarakat di Bontang ini untuk bisa memanfaatkan tanaman herbal dan tidak bergantung pada obat-obatan kimiawi. Suwaji berharap pemerintah dapat turut serta mendukung program tersebut.

Dirinya sangat berharap terhadap pemerintah juga kepada masyarakat di Bontang maupun di luar Bontang, untuk memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar tempat tinggalnya. "Tidak bergantung pada obat kimia lagi," tuturnya. (Sumber Berita: https://kaltim.tribunnews.com/2022/04/19/rumah-toga-enggang-herbal-bontang-edukasi-untuk-tak-bergantung-pada-obat-kimiawi?page=2 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: