DPR Serahkan Panduan Penanganan Corona dan Kembangkan OMAI Lebih Cepat
Tanggal Posting : Senin, 16 Maret 2020 | 07:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1347 Kali
DPR Serahkan Panduan Penanganan Corona dan Kembangkan OMAI Lebih Cepat
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Melki Laka Lena bersama Menkes RI., Terawan Agus Putranto di RSUP Persahabatan Jakarta, Sabtu- 14 Maret 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Komisi IX DPR RI. menyerahkan Buku Panduan Penanganan Virus Corona dari Pemerintah China kepada Menkes RI. dan mendorong agar OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) dikembangkan lebih cepat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Melki Laka Lena pada Sabtu, 14 Maret 2020, di RSUP Persahabatan- Jakarta menyerahkan Buku Panduan Penanganan Virus Corona dari Pemerintah China kepada Menkes RI., Terawan Agus Putranto.

Berikut ini wawancara khusus Redaksi JamuDigital.Com dengan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Melki Laka Lena, pada Senin pagi, 16 Maret 2020:

Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Pak Dasco sebagai Wakil Ketua DPR RI., beliau mendapatkan sebuah bahan yang penting, yaitu bagaimana pengalaman menangani Virus Corona di Wuhan dari pemerintah China- Kementerian Kesehatan China. Kami- DPR RI. menilai penting untuk menyampaikannya kepada Kementerian Kesehatan, urainya.

Dia menambahkan bahwa dalam penanganan Virus Corona dan bagaimana peran herbal Indonesia, kita perlu belajar dari China. Ini menjadi momentum OMAI untuk dikembangkan lebih cepat. Butuh regulasi yang lebih kondusif, baik pada aspek UU dan peraturan lanjutan di Kementrian dan Lembaga terkait, sehingga proses ini dapat berjalan lancar.

"Herbal dan Fitofarmaka Indonesia sangat kaya dan berdampak baik untuk kesehatan warga Indonesia dan dunia. Hanya saja, selama ini belum dilirik dan digarap dengan serius. Dampak ikutannya adalah aspek ekonomi dan sosial budaya, pasti juga akan dirasakan oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Pemda dan Pemerintah Pusat dan terutama bagi Industri obat herbal Indonesia.

Melki Laka Lena mengirimkan dokumen yang berisi ramuan herbal (dari obat herbal China) untuk membantu pasien Corona, yaitu Komposisi tiap kapsul mengandung ekstrak: Forsythiae suspensa fructus (57.00 mg), Lonicera japonicae flos (42,75 mg), Isatidis Indigotica radix (30,75 mg), Dryopteris crassirhizomatis rhizoma (30,75 mg), Gypsum fibrosum (42,10 mg), Pogostemon cablin herba (7,20 mg), Rhodiolae crenulatae radix et rhizoma (5,75 mg), Houttuyniae cordata herba (41,00 mg), Rheum officinale rhizoma (18,20 mg), Prunus armeniacae semen (14,25 mg), Glycyrrhiza uralensis radix (14,25 mg). Cara Penyimpanan: Simpan di tempat kering, terhindar dari sinar matahari langsung. Simpan pada suhu dibawah 30 derajat celsius.

Ini momentum bagi para Farmasis untuk tampil mencarikan herbal sejenis yang ada di Indonesia, istilah Menkes OMAI (Obat Modern Asli Indonesia). Selalu ada blessing in disguise dalam semua musibah, ini blessing bagi Farmasis jika momentum ini dapat digunakan dengan baik, Melki Laka Lena berharap.

Berita Terkait: Pemerintah Terbitkan Protokol Penanganan COVID-19

Melki Laka Lena

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Melki Laka Lena (kedua dari kiri) sedang berdiskusi dengan Menkes RI., Terawan Agus Putranto membahas langkah-langkah penanganan Virus Corona di Indonesia, pada Sabtu, 14 Maret 2020 di RSUP Persahabatan- Jakata.

Berita Terkait: Kurangi Ketergantungan Impor Obat, Menkes Dukung Produksi OMAI

Berita Terkait: OMAI Hasil Riset DLBS, Mendapat Apresiasi Menristek Indonesia

OMAI dan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional

Terkait dengan peluang OMAI masuk dalam sistem JKN, Melki Laka Lena mengatakan; "Kami Komisi IX DPR RI. dan Menkes RI. sedang mengkaji ide ini untuk diterapkan dan masuk dalam layanan kesehatan oleh BPJS," ungkapnya.

Dengan diserahkannya dokumen Buku Panduan Penangann Virus Corona tersebut kepada Menkes RI., Melki berharap Kemenkes dapat belajar dari China tentang penanganan wabah Corona. China diketahui mampu mengatasi pasien COVID-19 dalam jumlah besar.

"Tentu Kemenkes dan jajarannya punya cara-cara lain untuk menahan pandemi ini. Buku ini perlu kami serahkan sebagai bagian dari pengalaman yang dilalui oleh China di Wuhan. Bagaimana mereka mendiagnosis, mencegah, hingga menangani pasien-pasien yang jumlahnya puluhan ribu dan sebagian besar dapat sembuh," ujar Melki.

Selain itu, Komisi IX DPR RI. juga mengingatkan pentingnya suasana politik dalam mengatasi Virus Corona. Stabilitas politik dapat membuat pemerintah fokus menangani wabah ini. "Sekali lagi, kami sampaikan suasana politik harus mendukung, agar penanganan pemerintah mengatasi Virus Corona ini betul-betul fokus, tepat, terarah, dan tidak diganggu oleh suasana politik yang tidak perlu," tegas Melki Laka Lena. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: