Kurangi Ketergantungan Impor Obat, Menkes Dukung Produksi OMAI
Tanggal Posting : Selasa, 25 Februari 2020 | 05:32
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 419 Kali
Kurangi Ketergantungan Impor Obat, Menkes Dukung Produksi OMAI
Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI, melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT. Dexa Medica Site Cikarang- Jawa Barat pada 21 Februari 2020. Foto: Dok. Kemkes.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI, melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT. Dexa Medica Site Cikarang- Jawa Barat pada  21 Februari 2020. Menkes mengatakan Pemerintah bersama dengan industri farmasi mengambil langkah cepat untuk melaksanakan Instruksi Presiden No.6 Tahun 2016 tentang Percepatan dan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

"Sejumlah langkah telah dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan", kata Menkes Terawan, pada Jumat, 21 Februari 2020, demikian Berita yang disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Menkes Terawan mengapresiasi industri farmasi yang mendukung strategi Pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan, melalui riset penemuan dan hilirisasi produk Obat dan Alkes.

"Kata kuncinya adalah kerja sama, harus dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses produksi OMAI (Obat Modern Asli Indonesia). Selain itu, penting juga dilakukan penelitian dan pemasaran yang bagus", jelas Terawan.

Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa Indonesia perlu investasi dari negara lain. Produk-produk OMAI harus dapat masuk ke perdagangan di kawasan Timur Tengah dengan membawa label serifikat Halal.

"Percuma kita punya Halal kalau tidak bisa masuk ke negara-negara di Kawasan Timur Tengah. OMAI layak masuk ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Pakistan," imbuh Menkes.

Berita Terkait: OMAI Hasil Riset DLBS, Mendapat Apresiasi Menristek Indonesia

Berita Terkait: Obat Modern Asli Indonesia Masuk Pasar Uni Emirat Arab

Menkes mengharapkan PT. Dexa Medica dapat lebih mengembangkan produksi OMAI dengan melakukan kerja sama dengan B2P2TOOT Tawangmangu, dengan uji klinik dari Lembaga Eijkman dan melakukan hilirisasi, contohnya dengan RSPAD Gatot Soebroto, untuk menggantikan obat-obatan kimia, sehingga menghasilkan produk herbal yang lebih aman dan minim efek samping serta dapat memiliki nilai dagang yang positif di seluruh dunia.

Untuk meningkatkan produksi obat-obatan herbal, Indonesia masih memerlukan investasi dari negara lain. "Investasi boleh, tapi untuk OMAI. OMAI harus terus digaungkan untuk menggantikan istilah herbal. OMAI adalah milik masyarakat Indonesia. Setiap produk perlu diberi label tambahan OMAI, sehingga akan menumbuhkan rasa nasionalisme", tutup Menkes di akhir kunjungan.

Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno memaparkan tentang kemajuan Dexa Group dalam membangun Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). Ferry Soetikno menjelaskan komitmennya dalam menganggarkan sebagian keuntungan PT. Dexa Medica untuk berbagai kegiatan penelitian, salah satunya penelitian dan pengembangan produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) sejak tahun 2005 yang di lakukan di institusi risetnya yang disebut DLBS.

Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, DR Raymond R. Tjandrawinta, mencontohkan salah satu produk OMAI Dexa Group adalah Inlacin. Inlacin merupakan obat Diabetes dengan bahan baku Bungur dan Kayu manis yang bahan bakunya diperoleh dari petani di daerah Gunung Kerinci di Jambi.

Produk tersebut telah teruji klinis dan memiliki efikasi yang sama dengan obat Diabetes berbahan baku kimia seperti Metformin. Selain Inlacin, produk Fitofarmaka lainnya adalah Redacid berbahan baku Kayu manis yang bermanfaat untuk mengatasi gangguan lambung, Disolf berbahan baku Cacing tanah yang bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, serta Stimuno yang merupakan produk imunomodulator atau peningkat imun berbahan baku Meniran.

Pemanfaatan OMAI dalam JKN dinilai efektif bagi industri untuk mendorong pengembangan produksi bahan baku dalam negeri. Sebab peneliti saat ini tidak hanya melihat potensi bahan baku terbatas dari risetnya saja, melainkan hingga potensi hasil riset di tingkat hilir.

Hasil penelitian sangat penting untuk segera dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Produk OMAI yang telah ditemukan, diteliti, dan di uji klinis memiliki efikasi yang setara dengan obat-obatan berbahan baku kimia. Terlebih produk OMAI telah sukses memberdayakan para petani di berbagai daerah. (Sumber Berita: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200221/2733084/kurangi-ketergantungan-impor-obat-dan-alkes-menkes-dukung-produksi-obat-modern-asli-indonesia/). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: