Beragam Manfaat Tanaman Saga
Tanggal Posting : Rabu, 30 September 2020 | 08:13
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 3439 Kali
Beragam Manfaat Tanaman Saga
Daun Saga biasanya dimanfaatan untuk mengobati batuk, demam, sariawan, hepatitis dan mengatasi keracunan.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Saga (Abrus precatorius L.) atau disebut juga dengan nama daerah Saga Telik adalah tanaman dalam famili Fabaceae. Tanaman ini memiliki habitus terna merambat, batang membelit ke kiri dan panjang mencapai 2 m atau lebih.

Daun majemuk, duduk berseling, terdiri dari 10-20 pasang, helaian daun bentuk lonjong, panjang 1-2 cm, lebar 5-8 mm, permukaan halus, hijau atau hijau kekuningan. Pembungaan majemuk, tersusun dalam bulir, muncul di ketiak daun atau di batang, mahkota bentuk kupu-kupu, berwarna ungu.

Buah polong, panjang 2-4 cm, permukaan berbulu, berwarna hijau ketika muda dan coklat kehitaman setelah tua. Biji bentuk oval, keras, berwarna merah dengan spot hitam pada bagian hilum. Saga tumbuh di banyak Negara mulai dari India, Cina, Vietnam, Malaysia, Burma dan Indonesia.

Tanaman ini menyukai tanah yang subur dengan tekstur berpasir, mulai dari dataran rendah di pesisir pantai sampai dataran menengah pada ketinggian 800 mdpl. Masa pembungaan tanaman Saga dimulai pada bulan Juni sampai Agustus, dan untuk masa panen daun sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Berita Terkait: Manfaat Senyawa Aktif Brazilin Kayu Secang

Berita Terkait: 4 Catatan YLKI Tentang PHW Bahaya Merokok


Perkembangbiakan tanaman ini dengan menggunakan biji atau benih yang memerlukan perlakuan khusus untuk memecahkan dormansinya. Bagian tanaman Saga yang digunakan untuk pengobatan adalah daunnya, meskipun batang dan akar kadang-kadang juga digunakan.

Biji Saga sangat beracun, sehingga tidak boleh digunakan untuk pengobatan. Daun Saga biasanya dimanfaatan untuk mengobati batuk, demam, sariawan, hepatitis dan mengatasi keracunan. Untuk formula obat batuk daun Saga digunakan untuk menggantikan Akar Manis (quuorice).

Akar, batang dan daun Saga mengandung glycyrrhizin, sedangkan senyawa lain yang juga ditemukan adalah isoflavoquinon seperti abruquinone A yang memiliki aktivitas sebagai anti-inflamasi, antiagregasi platelet dan anti-alergi.

Senyawa lain yang juga memiliki aktivitas anti-inflamasi adalah saponin triterpen. Biji Saga yang beracun mengandung abrin dan abralin yaitu suatu glikoprotein yang menyebabkan efek inflamasi, nekrosis pada jaringan ginjal dan lever, diare, muntah, sampai koma. (Sumber: Dikutip dari Buku 100 Top Tanaman Obat Indonesia, Kementerian Kesehatan RI., tahun 2011, Hal. 2-3). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: