Manfaat Senyawa Aktif Brazilin Kayu Secang
Tanggal Posting : Sabtu, 26 September 2020 | 06:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2957 Kali
Manfaat Senyawa Aktif Brazilin Kayu Secang
Kayu Secang yang mengandung senyawa aktif brazilin, memiliki potensi yang baik sebagai salah satu kandidat antivirus COVID-19.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kayu Secang (Caesalpinia sappan) merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis pada ketinggian 1000 m di atas permukaan air laut, tinggi sekitar 5-10 m, batangnya berkayu, bulat dan berwarna hijau kecoklatan. Tanaman secang dapat dipanen setelah berumur 1-2 tahun.

Biji tumbuhan secang dapat digunakan sebagai bahan sedatif, daunnya dapat untuk mempercepat pematangan buah papaya dan mangga, kayu dan batangnya dapat sebagai ramuan obat tradisional. Basis kering pada kayu secang memiliki kadar air 9,75%, kadar protein 2,23%, kadar lemak 0,3%, kadar abu 1,3% dan kadar karbohidrat 88,26%.

Kayu secang telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat sejak dahulu kala sebagai bahan anti bakteri, bahan anti radang, bahan pewarna alami, bahan formula jamu atau minuman kesehatan, bahan pengawet pada pasta cabai dan bahan tambahan formulasi skin care dan body care.

Komponen Aktif dan Manfaat
Kayu secang memiliki kandungan utama senyawa aktif berupa fenolik dengan struktur kimia berupa brazilin, kalkon, protosapanin dan flavonoid. Kadar senyawa fenolik pada ekstrak secang sangat tinggi yaitu 220,52 mM gallic acid equivalent/g. Kayu secang yang telah dihaluskan kemudian dilarutkan ke dalam air akan menyebabkan warna larutan menjadi merah tua.

Warna tersebut disebabkan oleh senyawa aktif fenolik dengan struktur brazilin yang mengalami oksidasi. Senyawa aktif yang terkandung dalam kayu secang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan system imun/kekebalan sehingga bermanfaat sebagai antioksidan, anti kanker, melancarkan peredaran darah, menghambat pembentukan radikal bebas dan melegakan pernafasan.

Terkait dengan penanganan terhadap COVID-19, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa senyawa aktif secang yaitu brazilin, dan komponen lain seperti flavonoid, curcumin, dan galangin memberikan potensi untuk mencegah infeksi dan replikasi virus.

Kayu secang yang mengandung senyawa aktif brazilin dalam bentuk ekstrak kayu secang memiliki potensi yang baik sebagai salah satu kandidat antivirus atau penghambat berkembangnya COVID-19. Berkembangnya virus SARS-CoV-2 pada tubuh manusia dapat dihambat dengan cara mengkonsumsi ekstrak kayu secang rutin setiap hari sebagai profilaksis COVID-19.

Senyawa brazilin yang memiliki energi rendah akan berinteraksi secara kuat dengan target protein virus sehingga proses replikasi virus akan terganggu dan terhambat. Peneliti lain juga telah menemukan bahwa ekstrak secang sangat efektif dalam menghambat replikasi Porcine reproductive and respiratory syndrome virus (PRRSV) pada sel MARC-145 yang telah diujicobakan secara in vitro pada ternak.

Berita Terkait: Kayu Putih Mengobati Rematik

Berita Terkait: Jahe Bermanfaat Antiinflamasi, Antimikroba, Antivirus

Pembuatan Produk
Produk olahan secang sering ditemukan dalam bentuk serutan atau potongan kayu kering, serbuk, maupun ekstrak. Salah satu produk yang banyak dikenal adalah wedang secang atau wedang uwuh. Wedang uwuh merupakan salah satu jenis minuman kesehatan tradisional yang diracik dari uwuh. Uwuh yang dimaksud adalah sampah serutan kayu, ranting rimpang, atau dedaunan yang telah kering.

Wedang uwuh terbuat dari bahan kayu secang dengan tambahan rempah-rempah yaitu daun cengkeh, kayu manis, jahe ditambah gula batu. Penambahan bahan rempah-rempah dan gula dimaksudkan untuk meningkatkan rasa pedas dengan sensasi segar dan untuk melamurkan rasa pahit dari kayu secang.

Wedang uwuh dapat diracik dengan mencampurkan 100 g kayu secang kering yang diserut, 100 g jahe yang diiris tipis dan dikeringkan, 10 g kayu manis kering, 5 g cengkeh kering, dan 200 g gula.

Racikan sediaan kering direbus menggunakan 2 liter air sampai mendidih selama 1-2 menit atau dapat diseduh menggunakan air panas. Minuman wedang secang ini mampu meningkatkan stamina tubuh, penghangat tubuh, mengatasi perut kembung dan masuk angin, menurunakn tekanan darah tinggi, meningkatkan nafsu makan.

Produk minuman kesehatan yang lebih praktis adalah dalam bentuk serbuk instan karena lebih mudah dan lebih cepat dalam penyajiannya. Proses produksi minuman secang instan bias di lakukan secara sederhana menggunakan peralatan rumah tangga. Secang dan jahe masing-masing masing 100 g yang telah bersih, dihaluskan menggunakan blender kemudian ditambahkan 500 mL air.

Pengadukkan dilakukan sampai larut kemudian disaring. Larutan secang dan jahe yang diperoleh direbus dengan penambahan serbuk kayu manis 5 g, serbuk cengkeh 5 g dan gula pasir sebanyak 1 kg sampai mengental membentuk kristal dan didinginkan. Campuran yang telah dingin diblender sampai halus dan diayak menggunakan ayakan 100 mesh.

Dosis dan Efek Samping

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis penggunaan ekstrak kayu secang direkomendasikan pada rentang 10 - 50 mg/kg terhadap berat badan. Sedangkan dosis sebagai antioksidan disarankan sebesar 60,5 g/mL dan sebagai anti-radang sebesar 0,1 g/mL dengan asumsi senyawa brazilin dalam ekstrak secang memiliki kemurnian yang tinggi.

Pemberian ekstrak kayu secang dosis 875 mg/ek selama 3 bulan tidak memperlihatkan adanya kelainan untuk organ hati, ginjal dan limpa. Efek samping yang serius pada manusia yang mengkonsumsi kayu secang belum pernah dilaporkan. Hingga saat ini penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak secang tidak memperlihatkan efek toksit berdasarkan uji toksisitas reproduksi dengan hewan coba tikus putih, uji mutagenik.

Secang selama ini merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam ramuan jamu atau produk minuman fungsional yang aman. Meskipun dinyatakan aman, hasil penelitian menunjukkan bahwa secang memiliki efek dapat menurunkan tingkat kesuburan reproduksi wanita dan jumlah produksi sperma pada pria.

Sejumlah pria mengkonsumsi obat herbal secang atau dalam bentuk ekstrak selama 4 minggu berturut-turut ternyata memiliki potensi secara klinis untuk digunakan sebagai kontrasepsi oral pada pria dengan sasaran menghambat spermatogenesis dan sistem hormon. Namun tidak memperlihatkan efek racun berdasarkan hasil penelitian toksisitas akut pada hewan uji.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 23-25). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: