Tempuyung Tumpas Diuretik dan Batu Ginjal
Tanggal Posting : Selasa, 22 Desember 2020 | 09:16
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 3376 Kali
Tempuyung Tumpas Diuretik dan Batu Ginjal
Daun tempuyung memiliki senyawa aktif diantaranya: lipid, flavonoid, flavon, dan kumarin.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tempuyung sebagai bahan dalam pengobatan tradisional telah lama digunakan, salah satunya untuk sebagai peluruh air seni (diuretik) dan untuk menghancurkan batu ginjal.

Tempuyung adalah tanaman obat dari family Asteraceae, berupa terna semusim, tubuh tegak, tinggi mencapai 2 m. batang lunak, berlubang, berwarna hijau, batang jika dipatahkan akan kelura getah berwarna putih.

Daun tunggal, agak roset, bentuk lonjong, sempit dipangkal dan melebar di ujungnya, permukaan licin berlilin, tepi bergerigi dan bertoreh, ibu tulang daun menonjol di bagian bawah, warna hijau atau hijau kebiruan.

Bunga majemuk, bentuk malai, tangkai dan kelopak berambut kasar, kelopak berlepasan membentuk cawan, mahkota halus, berlepasan, kuning.

Berita Terkait: Kemangi Obati Sistem Pencernaan dan Saraf
Berita Terkait: HerbaPOTEN: OMAI untuk Stamina Pria


Tanaman ini berkembang biak dengan biji, dan jika bunga telah masak akan menghasilkan biji dengan bulu di ujungnya sehingga akan mudah diterbangkan oleh angina, dan dapat tumbuh di mana-mana. Tempuyung tumbuh mulai dari dataran rendah dekat pantai samapi di daerah pegunungan dengan ketiggian 1.700 mdpl.

Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah yang subur sampai pada tanah yang kering sedikit berbatu, ditempat yang mendapat banyak sinar matahari.

Penggunaan tempuyung secara tradisional adalah sebagai peluruh air seni dan untuk menghancurkan batu ginjal. Khasiat empiris tersebut dibuktikan secara ilmiah dengan berbagai percobaan secara in vitro maupun in vivo menggunakan hewan coba dan terbukti bhawa tempuyung memilki aktifitas diuretik dan litotriptik.

Kandungan senyawa aktif dalam daun tempuyung adalah senyawa lipid, golongan flavonoid, flavon (apigenin-7-glikosida; leuteonin-7-glycosida; leuteolin-7-glukurnoid; luteclin-7-rutinosid), dan aeskuletin yaitu suatu golongan senyawa kumarin. (Sumber: Buku 100 Top Tanaman Obat Indonesia, Kementerian Kesehatan RI., Halaman 190-191). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: