Kiat Menyusui Saat COVID-19
Tanggal Posting : Rabu, 17 Juni 2020 | 07:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 309 Kali
Kiat Menyusui Saat COVID-19
Kegiatan Webinar yang mengupas tentang Kiat Menyusui Saat COVID-19 dan Manfaat Tanaman Obat.

JamuDigital.Com- MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Webinar Herbal Series Ke-3, ILUNI PDIB FKUI & PDHMI "Special Update Covid-19" diadakan pada Senin 15 Juni 2020, menampilkan tiga narsumber, dengan moderator dr. Richard Siahaan, M.Si (Herbal)- Pengurus PDHMI: Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia.

Ketiga narasumber tersebut adalah: dr. Klara Yuliarti, Sp.A (K)- dengan topik: "Evidence-Based Use of Galactogogue to Support Successful Breastfeeding", Dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D. -dengan topik: ’Peranan herbal & Prosedur Penelitian Uji Efikasi Produk Herbal bagi Ibu Menyusui", dan dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A (K)- dengan topik: ’Kiat Dukungan Menyusui Masa Pandemi COVID-19."

Dr. Klara Yuliarti dari Division of Nutrition & Metabolic Disease Department of Pediatrics FKUI/RSCM secara detil dalam presentasinya mengupas; Physiology of lactation, Factors influencing milk production, Galactogogue trials, Weight faltering during the first six months: what should doctor do? dan Evidence-based use of galactogogue.

Berita Terkait: ASIMOR- OMAI Unggulan Melancarkan ASI 

Sedangkan Dr. Fenny Yunita, M.Si., Ph.D. menyebutkan bahwa pada kondisi tertentu, ibu dapat mengalami penurunan produksi ASI. Survei di Indonesia: 38% ibu berhenti memberikan ASI karena kurangnya ASI  Faktor kesulitan produksi ASI, disebabkan oleh: Psikologi Ibu dan Nutrisi yang disebut Galactogogue.

Faktor risiko kegagalan menyusui: Obesitas: adiposa menghambat penurunan progesteron post partum, Usia ibu, Berat badan bayi >3,6 kg, Pemberian formula >60cc dalam 48 jam pertama, APGAR skor rendah, Sectio caesaria, Persepsi ibu bahwa suplai ASI tidak cukup sehingga diberi formula.

"Tentang Galactogogue/Lactogogue adalah zat yang digunakan untuk: Menstimulasi, Mempertahankan, Meningkatkan (Ketiganya dapat meningkatkan produksi ASI). Zat atau obat yang bersifat  Galactogogue disebut Galactogenic," Dr. Fenny Yunita mengungkapkan.

Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI?  Dapat dengan: Galactogogue, Massage, Akupunktur, Konselor Laktasi, Dukungan Orang Terdekat.

Kemudian dikupas, - salah satu tanaman obat yaitu Daun katuk  Sauropus androgynus yang dapat meningkatkan produksi ASI 50,7% tanpa menurunkan kualitas  Kandungan  sterol, asam lemak, steroid, asam organik:  3-ethyl-3-hidroxy-5-alpha-andostran17-one, 3,4-dimethyl-2-oxocylopent-3enylacetic acid, monomethyl succinate, phenylmalonic acid, cyclopentanol, 2-methyl acetate, methylpyroglutamate. 

Katuk meningkatkan Oksitosin. Papaverine: vasodilator, meningkatkan aliran darah sehingga meningkatkan hormon oksitosin di sirkulasi, Sterol: transduksi sinyal hormon oksitosin, Meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa di alveoli, memacu tranportasi air ke dalam alveoli, menyebabkan peningkatan produksi ASI.

Katuk meningkatkan prolaktin pada dosis rendah tetapi efeknya berbeda pada dosis tinggi, Papaverin menghambat reseptor dopamin berikatan pada reseptor D2 anterior pituitary lactotroph, sehingga meningkatkan pelepasan prolaktin, Papaverin dosis tinggi meningkatkan kadar prolaktin,  meningkatkan sekresi dopamin, yang akan menginhibisi sekresi prolactin.

Sementara itu, dr. Wiyarni Pambudi memaparkan: Menyusui, aman atau tidak? Rekomendasi pakar National Health Commission of China (Feb 2020): 97% ibu suspek COVID-19 dijadwalkan SC untuk rawat pisah min 14 hari, Bayi TIDAK BOLEH diberikan ASI - kecuali apabila hasil PCR negatif.

Virus yang ditemukan pada ASI 11. Human immunodeficiency virus (HIV)- potensi transmisi 10-20%, Cytomegalovirus (CMV): potensi transmisi- bayi premature, Human T-cel lymphotrophic virus type 1 (HTLV-1), Human corona virus (?), SARS-CoV (2003)- teridentifikasi di aspirat lambung, 1 temuan pada ASI, 2 kasus terdapat imunoglobulin dalam ASI, MERS-CoV (2012)- penularan lewat susu onta ’mentah’, SARS-CoV-2 (2020)- hipotesis: ekspresi ACE2 pada epitel mukosa oral dan jaringan mammae = memungkinkan introduksi virus dalam ASI.

Bukti ilmiah- transmisi via ASI. Review 15 ibu bersalin dengan status positif COVID-19, belum terdapat bukti SARS-CoV-2 terdeteksi dalam ASI.

Langkah pengamanan menyusui, tindakan yang disarankan untuk ibu menyusui:

  • Konsisten mempraktikkan higiene respiratorik termasuk selama menyusui,
  • Cuci tangan dengan sabun/sanitizer selama 20 detik sebelum dan sesudah menyentuh bayi,
  • Secara rutin membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang telah disentuh
  • Jika ada gejala pernapasan gunakan masker medis saat kontak erat dengan bayi
  • Jika ibu dicurigai atau terkonfirmasi COVID-19, dengan komplikasi yang menjadi hambatan untuk melanjutkan pemberian ASI langsung, ASI perah dapat diberikan secara aman
  • Jika kondisi klinis ibu tidak memungkinkan menyusui atau memerah ASI, gali motivasinya untuk relaktasi, ASI donor dipertimbangkan apabila dapat diterima dan tersedia dengan aman. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: