Segudang Manfaat Tanaman Jali
Tanggal Posting : Jumat, 23 Oktober 2020 | 09:36
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 448 Kali
Segudang Manfaat Tanaman Jali
Jali telah dikenal memiliki karakteristik farmakologi dan dipercaya sejak dahulu sebagai obat berbagai penyakit sistem pencernaan.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jali (Coix lacryma-jobi L.) biasa disebut hanjelidi Tanah Pasundan merupakan tanaman asli dari Asia yang antara lain tersebar di negara India, China, Myanmar, Malaysia, termasuk di Indonesia.

Pemanfaatan jali memang masih terbatas di Indonesia, namun beberapa daerah telah mengonsumsinya sebagai pangan sumber karbohidrat dan jali varietas kulit luar keras dijadikan bermacam-macam aksesoris.

Pengembangan tanaman jali dan olahannya untuk pangan dapat ditemukan di wilayah Kabupaten Sukabumi, Sumedang, dan Bandung. Jali telah dikenal memiliki karakteristik farmakologi dan dipercaya sejak dahulu sebagai obat bagi berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Komponen Aktif dan Manfaat
Jali sebagai pangan fungsional merujuk pada komponen aktif yang secara alami terdapat di dalam bahan pangan tersebut. Jali memiliki kandungan protein yang lebih tinggi (14-20%) dibandingkan dengan serealia seperti beras, gandum, sorgum dan jagung.

Protein utama yang terdapat pada jail adalah prolamin yang disebut coixin. Sekuen asam amino pada coixin menunjukkan prolamin coix kaya akan sulfur yaitu asam amino esensial metionin (11,6%) dan sistein (5,2%).

Asam amino esensial metionin bermanfaat sebagai antioksidan alami glutathione, meningkatkan imunitas dan membakar lemak dalam tubuh. Sistein adalah asam amino yang membantu tubuh untuk detoksifikasi racun, regenerasi sel dan jaringan sehingga sehat dan kuat serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Adapun karbohidrat pada jali juga cenderung lebih rendah dari serealia lainnya yaitu 67-76%. Pangan rendah karbohidrat sangat cocok bagi mereka yang sedang diet. Walaupun rendah karbohidrat, namun kandungan lemak pada jail cukup tinggi sekitar 3,6-7,9%.

Lemak yang terdapat pada hanjeli terdiri atas asam lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh antara lain asam oleat dan linoleat. Kedua asam lemak ini berperan dalam pemulihanperadangan, penyembuhan luka, dan pembekuan darah. Asam lemak jenuh yang terkandung pada biji jail yaitu stearat dan palmitat.

Berita Terkait: Ragam Khasiat Tanaman Adas

Berita Terkait: OMAI HerbaVOMITZ, Obat Herbal Redakan Kembung Sukses di Pasar Global


Jali biasa digunakan sebagai obat anti tumor di China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi jail dapat menurunkan trigliserida, kolesterol, dan Low-Density Lipid (LDL). Biji jali juga mengandung komponen fitosterol antara lain campesterol, stigmasterol, and β- sitosterol berturut-turut 80,43, 131,1, and 313,38 mg/kg.

Fitosterol ini baik bagi tubuh untuk mengobati peradangan, menginduksi apoptosis sel-sel kanker, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan imunitas, dan mencegah diabetes. Fitosterol memiliki target spesifik pada Thlimfosit yaitu sel TH1 dan TH2 untuk membantu menormalkan fungsi sel tersebut dan meningkatkan T-limfosit dan aktivitas antivirus pada tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, bukti klinis pemanfaatan hanjeli adalah positif dalam bentuk produk teh ataupun injeksi minyak biji hanjeli pada intravena sebagai  penanganan antikanker. Coixenolide dan coixol adalah dua komponen utama dari minyak biji hanjeli yang berperan sebagai antikanker dan anti-peradangan.

Begitu pula ekstrak dari hanjeli, memiliki bukti klinis positif untuk pengobatan di China. Hal ini membuktikan bahwa jali memiliki potensi sebagai sumber nutrasitikal. Jali juga mengandung 37,38 mg/kg vitamin E, dengan dua komponen utama γ-tocopherol (14,76 mg/kg) dan γ-tocotrienol (14,18 mg/kg).

Biji jali juga mengandung squalene sekitar 31,23-55 mg/kg. Vitamin E adalah antioksidan potensial yang memberikan pengaruh imunostimulan untuk melawan infeksi dan menjaga system kekebalan tubuh.

Pembuatan Produk
Jali disosoh dengan alat penyosoh untuk membuat beras hanjeli. Kemudian, biji hanjeli sosoh atau pecah tanpa kulit ditepungkan dengan alat penepung dengan metode basah lalu di-press dan dikeringkan untuk membuat tepung hanjeli dengan kualitas baik.

Tepung hanjeli dapat diproses lebih lanjut menjadi aneka kue basah dan kering seperti kukis dan tortilla jali serta berbagai macam olahan pangan seperti beras hanjeli, bubur hanjeli, teng-teng hanjeli, kerupuk, brownies, dan sebagainya.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 38-39). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: