![]() |
| Kelopak bunga Rosella mengandung senyawa antosianin, vitamin C, dan B. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Dapat dibilang kolesterol kini jadi musuh banyak orang. Gaya hidup membuat sebagian orang dari usia muda terjangkit kolesterol tinggi. Hal ini tidak terlepas dari pola makan yang biasanya didominasi tinggi lemak.
Kolesterol tinggi bisa berujung pada sejumlah penyakit, makanya harus segera dikendalikan. Kalau sudah punya kolesterol tinggi, Anda tidak harus bergantung pada obat-obatan. Ada sejumlah tanaman yang mampu membantu turunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Salah satunya, Rosella. Dikenal sebagai tanaman yang tak hanya berbunga cantik, Rosella juga punya manfaat kesehatan yang luar biasa. Khasiat tanaman bernama latin Hisbiscus sabdarifa ini bahkan sudah tersohor di berbagai negara.
Rosella dibeberapa daerah dikenal dengan gamet walanda, kasturi roriha, merambos ijo, kesew jawe, asam rejang, asam jarot. Rosellla merupakan Tumbuhan berupa semak, tumbuh tegak tinggi dapat mencapai 3 m.
Batang berbentuk bulat, berkayu lunak, tegak bercabang-cabang berwarna merah. Daun bentuk bulat telur dengan ujung tumpul dan tepi daun bergerigi. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun. Bunga tunggal, kelopak bunga bentuk lanset, berdaging tebal, berwarna merah tua.
- Berita Terkait: Khasiat Daun Inggu Obati Vertigo
- Berita Terkait: STIMUNO Tingkatkan Imunitas, Sebelum dan Sesudah Vaksinasi
Kelopak bunga mengandung senyawa antosianin, vitamin C, dan B. Kandungan lainnya adalah kalsium, beta karoten serta asam amino esensial. Rosella memiliki banyak unsur kimia yang menunjukkan ektivitas farmakologis. Sebanyak 15-20% merupakan asam-asam tumbuhan yang meliputi asam sitrat, asam malat, asam tartar dan asam (+)- allo-hidroksisitrat.
Menurut uji praklinik, pemberian ekstrak kering kelopak bunga Hibiscus sabdarifa (Rosella) 500 dan 100 mg/kg BB pada tikus dengan diet kolesterol tinggi selama 6 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol 22 dan 26%, sedangkan trigliserida turun sebesar 33 dan 28%. Sementara kadar high-density lipoprotein (HDL) tidak terjadi perubahan nyata.
Sedangkan secara uji klinik, esktrak kering kelopak bunga H.sabdarifa 100 mg/hari selama 1 bulan dapat menurunkan secara nyata kadar kolesterol total dan trigliserida, meningkatkan kadar HDL. Sediaan kapsul diberikan peroral pada 42 sukarelawan dengan umur 18-75 tahun dengan kadar kolesterol 175-327 mg/dL selama 4 minggu. Sukarelawan dibagi 3 kelompok masing-masing memperoleh 1, 2 dan 3 kapsul.
Pada minggu ke-2 terjadi penurunan kadar kolesterol pada ketiga kelompok sekitar 7,08-8,2 % dibandingkan dengan baseline, sedangkan pada minggu ke-4 penurunan terjadi sekitar 8,3-14,4%. Penurunan nyata terlihat pada kelompok 2 yaitu 12% pada 71% sukarelawan.
Dosis penggunaan: 2 x 1 tea bag (6 g serbuk)/hari, seduh dalam 1 cangkir air. 1 x 1 kapsul (500 mg ekstrak)/hari. (Sumber: Formularium Obat Herbal Asli Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Halaman 31-33). Redaksi JamuDigital.Com








