RSUD Bung Karno Surakarta Gelar Pencangan Jamu Fitofarmaka dan Sumber Pangan Lokal
Tanggal Posting : Selasa, 7 Juni 2022 | 09:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 126 Kali
RSUD Bung Karno Surakarta Gelar Pencangan Jamu Fitofarmaka dan Sumber Pangan Lokal
RSUD Bung Karno, Surakarta akan digelar pencanangan Jamu Fitofarmaka dan Sumber Pangan Lokal.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian obat nasional terus berlanjut. Setelah peluncuran Formularium Fitofarmaka, kemudian Kick Off Fasilitasi Change Source Penggunaan Bahan Baku Obat Dalam Negeri dan Peresmian Pabrik Bahan Baku Obat.

Besok pada Selasa hingga Kamis (7-9 Juni 2022) di RSUD Bung Karno, Surakarta akan digelar pencanangan Jamu Fitofarmaka dan Sumber Pangan Lokal.

Kegiatan diatas dalam rangka mewujudkan Kemandirian Obat Nasional dan pengembangan obat tradisional terus dikaji secara ilmah dan nantinya dapat menjadi bagian dari sistem Kesehatan Nasional. 

Pada acara puncak, pada Kamis 9 Juni 2022, akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

1.Kebijakan Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan

Pada Mei 2016, Presiden Jokowi telah mengeluarkan paket kebijakan Kemandirian Kefarmasian dan alat kesehatan. Kejadian Pandemi COVID-19 telah membuka mata kita semua, bahwa Indonesia belum berdaulat di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Sehingga perlu upaya bersama dan dibawah komando yang jelas dan kuat, agar terwujud interkonektisitas antar kementerian dan lembaga terkait, penguatan kapasitas dan kapabilitas.

Perlu dukungan public private people partnership-P4 dan Konsep ABG (Academician, Business dan Government). Untuk mengawal hal ini, dibutuhkan dirijen yang mampu menjadi mengorkestrasi berbagai pemangku kepentingan menuju kemandirian farmasi dan alat kesehatan.

Lingkup dari kemandirian farmasi meliputi  Bahan Baku Obat, Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT), bahan tambahan/additives, seperti  gula untuk sirup obat, bahan baku kemasan, dan lain lain.

Terbitnya Formularium  Fitofarmaka membuka jalan untuk peningkatan pemanfataan Fitofarmaka di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dalam hal BBOT, yang pertama adalah  perlunya diakselarasi  sektor hulu, untuk mendapatkan BBOT yang berkesinambungan dengan mutu yang terstandar.

Kedua adalah masalah supply management antara produsen/petani, pengepull, industri Obat Tradisional. Masalah supply management perlu mendapat perhatian khusus karena hal ini rumit sekali.

Diharapkan dengan Pencanangan ini, Pertama akan  menghasilkan usulan penelitian kepada BRIN, dalam hal ini PR-BOOT (Pusat Riset Bahan Obat Obat Tradisonal)

Kedua Pencanangan juga menghasilkan roadmap yang secara bertahap masuknya Indonesia dalam kemandirian Jamu Fitofarmaka dalam mendukung Kemandirian Obat Nasional dan alat Kesehatan.

2.Masukan dari Komnas Saintifikasi Jamu

  • Pencanangan ini merupakan moment yang luar biasa .Semoga bisa menjadi pilar kemandirian nasional.
  • Sependapat untuk terus digaungkan Fitofarmaka terutama perkembangan positif pemanfaatan Fitofarmaka dalam pelayanan kesehatan. Bila memang ada, data "Cost effectiveness" dalam penggunaan Fitofarmaka sebagai ajuvant (sejauh ini produk Fitofarmaka yang ada masih sebagai ajuvant/komplemen). Dengan menggaungkan ini, akan terus menumbuhkan minat para klinisi yang berpegang pada prinsip evidence based medicinie.
  • Dari KomnasSaintifikasi Jamu, didasari Jamu yang telah dilakukan uji pra klinis dan uji klinis di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bahan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, mengusulkan ramuan Jamu Fitofarmaka dapat masuk ke Pelayanan Kesehatan.
  • Hasil saintifikasi Jamu menjadi dasar formula dan manfaat dalam mengembangkan Fitofarmaka. Dengan demikian hasil saintifikasi jamu tidak hanya bermanfaat utk jamu komunitas ttp juga prospek dikembangkan menjadi produk Fitofarmaka.

Demikian dikemukakan oleh Ketua Komnas Saintifikasi Jamu, Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu, Dr. Drs. Budiman Gunawan, Apt.,MARS kepada Redaksi ObatNews pada Senin, 6 Juni 2022. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/figure/pr-4463537417/komnas-saintifikasi-jamu-gebyar-kemandirian-obat-terus-berlanjut?page=3 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: