Progress Report Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka
Tanggal Posting : Selasa, 15 Oktober 2019 | 09:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 381 Kali
Progress Report Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka
Progress Report Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada 14 Oktober 2019 di Jakarta memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka dengan agenda utama progress report dari 5 Bidang Satgas: Bidang I (Bahan Baku), Bidang (II) Teknologi Manufaktur dan Standarisasi, Bidang (III) Uji Praklinik dan Klinik, Bidang (IV) Pengembangan Pelayanan Kesehatan Tradisional, Bidang (V) Produksi dan Promosi.

Setelah itu, dilanjutkan tanggapan dan masukan dari para narasumber, kemudian diteruskan dengan pembahasan tentang Jamu.

Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan pengembangan industri dan usaha di bidang Obat Tradisional agar memiliki daya saing di pasar lokal dan pasar global.

Berkenaan dengan hal tersebut diperlukan sinergi dan kolaborasi dan berbagai lintas sektor, akademisi, dan pelaku usaha untuk mendiskusikan langkah konkret dalam pengembangan, peningkatan ekspor, serta ekspansi Jamu di Iingkup regional maupun global yang diharapkan mampu meningkatkan devisa dan ekonomi lndonesia.

Hadir pula sejumlah narasumber antara lain: CEO Dexa Group, Ferry Soetikno, dan Direktur Eksekutif DLBS Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, dan Konsultan Herbal Independen, dr. Inggrid Tania, M.Si. Herbal.

Beberapa point penting yang dihasilkan dari Rapat Koordinasi/FGD teresbut adalah: Roadmap Pengembangan Jamu 2011-2025 yang sudah ada akan di-review dan di-update, Segera akan direalisasikan Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu yang terdiri dari 5 Bidang:

Bidang (I) Penelitian Jamu, Bidang (II) Peningkatan Mutu dan Ketersediaan Bahan Baku Jamu, Bidang (III) Pengembangan Jamu bagi Industri dan UMKM, Bidang (IV) Promosi dan Globalisasi Jamu, Bidang (V) Pengobatan Tradisional dan Wellness Tourism, demikian dikemukakan dr. Inggrid Tania, M.Si. Herbal kepada Redaksi JamuDigtal.Com.

Inggrid Tania menyarankan agar Jamu dan fitofarmaka dilakukan  edukasi sejak dini,bahkan juga di bangku kuliah S1 Kedokteran dan lain-lain tentang Obat Bahan Alam Indonesia atau Indonesian Herbal Medicine dan Traditional Indonesian Medicine.

Sedangkan penelitian mulai pra-hulu hingga hilir. Untuk uji klinik, tentunya disesuaikan secara tepat. Uji klinik fitofarmaka tentunya perlakuannya sebagaimana uji klinik obat. Beda halnya dengan pembuktian khasiat Jamu secara klinis.Yang penting untuk Jamu adalah bagaimana standarisasi bahan baku dan pemastian keamanannya.

Di Jepang, para western doctor-nya dibolehkan meresepkan traditional kampo/ crude herbal/ simplisia.Karena standarisasi dan pemastian keamanan & mutu sudah bagus.

Saya mengusulkan perampingan Bidang Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dari yg tadinya 6 bidang menjadi 5 bidang. Bidang V ditambahkan ruang lingkupnya ke wellness tourism. 

Daftar Lembaga dan Institusi yang diundang Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka:

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN:
1. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan
2. Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI:
3. Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Dikti
4. Direktur Jenderal Penguatan Inovasi

KEMENTERIAN PERTANIAAN:
5. Direktur Jendral Hortikultura
6. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri

KEMENTERIAN PEREKONOMIAN:
7. Deputi Bidang Kordinasi Perniagaan dan Industri

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN:
8. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
9. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah

KEMENTERIAN PERDAGANGAN:
10. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional

KEMENTERIAN KOPERASI DAN UMKM:
11. Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN:
12. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah
13. Direktur Jenderal Kebudayaan

KEMENTERIAN KESEHATAN:
14. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
15. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan
16. Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP:
17. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA:
18. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI:
19. Deputi Bidang Teknologi, Agroindustri dan Bioteknologi

BADAN KORDINASI PENANAMAN MODAL:
20. Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal

KEMENTERIAN PARIWISATA:
21. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan

AKADEMISI:
22. Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA., Apt
23. Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, MSc, SpFK

IKATAN APOTEKER INDONESIA:
24. Ketua

PEMERHATI JAMU DAN FITOFARMAKA:
25. dr. Inggrid Tania., M.Si
26. Charles Saerang
27. Vanessa Kalani Ong
28. Ir. Ferry A. Soetikno

ASOSIASI JAMU:
29. Ketua GP Farmasi
30. Ketua GP Jamu Indonesia
31. Ketua GP Jamu Jawa Tengah
32. Ketua Kojai Sukoharjo
33. Ketua PPJAI Cilacap
34. Pimpinan Jamu Digital

BADAN POM:
35. Inspektorat Utama
36. Sekertaris Utama
37. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif
38. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
39. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan
40. Deputi Bidang Penindakan
41. Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik
42. Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik
43. Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Kosmetik
44. Direktur Pengawasan Kosmetik. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: