![]() |
| Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: DAVID |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan pendapatan minimal 15 persen pada tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, perseroan akan meningkatkan efisiensi dan optimalisasi anak perusahaan, serta ekspor.
Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat menjelaskan, pemerataan distribusi dari produk-produk perseroan masih menjadi fokus perseroan. Selain produk existing, produk baru juga direncanakan akan rilis. SIDO berencana merilis setidaknya 3 produk baru. "Pasar ekspor juga menjadi fokus kami untuk terus dikembangkan dengan produk dari Semarang Herbal Indoplant (SHI)," jelasnya kepada Investor Daily.
David menambahkan, pengembangan pasar ekspor termasuk penambahan negara tujuan ekspor pada tahun ini, seperti ke Tiongkok, Southern African Development Community (SADC), dan negara MERCOSUR, yaitu Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela. Negara yang disebutkan masih dalam proses pendaftaran dari Sido Muncul.
- Berita Terkait: 11 Ramuan Jamu Saintifik Hasil Riset B2P2TOOT Tawangmangu
- Berita Terkait: NOSTEO dan NOKILIR Dukung Pelatihan Bekam Holistik
- Berita Terkait: Jahe, Tanaman Herbal Kaya Manfaat yang Disukai Rasulullah
"Negara yang tergabung dalam Asean seperti Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan ECOWAS yang di dalamnya termasuk Ghana, Togo, dan Nigeria. Selebihnya, kami tetap memperluas transaksi tetapi sifatnya trading seperti di Amerika Serikat (AS), Australia, serta negara-negara di semenanjung Arab," jelasnya.
Untuk memuluskan rencana kerja tahun ini, SIDO telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 200 miliar. Dana capex akan digunakan untuk penambahan fasilitas produksi COD2, sehingga kapasitas nantinya akan bertambah 30%. "Alokasi capex juga termasuk penambahan kapasitas unit atsiri, cold storage, dan penyelesaian proyek green house," kata dia.
Soal pendapatan, David mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan konservatif yakni minimal 15%. Meski begitu, akhir tahun 2022, emiten produsen jamu Tolak Angin ini yakin bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan 2021 yang mampu melewati target. (Sumber Berita: https://investor.id/market-and-corporate/281474/ini-negaranegara-tujuan-ekspor-baru-sido-muncul-sido). Redaksi JamuDigital.Com








