Peneliti Australia Riset Tumbuhan Herbal NTT
Tanggal Posting : Minggu, 27 Februari 2022 | 08:01
Liputan : Redaksi JamuDigital.com - Dibaca : 262 Kali
Peneliti Australia Riset Tumbuhan Herbal NTT
Sejumlah peneliti lintas disiplin dari The University of Melbourne, Victoria, Australia, melakukan penelitian di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Sejumlah peneliti lintas disiplin dari The University of Melbourne, Victoria, Australia, melakukan penelitian di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peneliti dari disiplin antropologi, geografi, ekologi, dan pertanian, mendalami kekayaan pangan tradisional dan tumbuhan herbal di wilayah tersebut.

Ketua tim peneliti Justin Laba Wejak melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (26/2/2022), mengemukakan fokus penelitian adalah pengetahuan lokal mengenai makanan tradisional dan tumbuhan-tumbuhan herbal di Desa Lewokukung-Baolangu, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT. Pihaknya mendengarkan secara langsung cerita-cerita setempat mengenai pengetahuan dan praktik-praktik lokal terkait makanan tradisional maupun tumbuhan herbal. Para peneliti memilih Desa Lewokukung-Baolangu karena masyarakat di sana memiliki banyak kisah dan praktik lokal turun-temurun menggunakan tanaman herbal untuk pengobatan.

Komunitas masyarakat Lewokukung-Baolangu juga memiliki kebiasaan unik. Mereka selalu hidup dan bersahabatn dengan alam, bahkan abai memperlakukan alam sebagai musuh. Selain ada ketergantungan melalui tanaman maupun tumbuhan herbal, kebiasaan sare dame atau berdamai dengan alam dan sesama selalu dipegang teguh demi menjaga relasi sosial serta harmoni kehidupan.

Justin yang menjadi dosen kajian Indonesia di The University of Melbourne menyebutkan saat ini Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar kegiatan eksplorasi budaya Lembata. Dalam eksplorasi budaya itu ada kegiatan sare dame untuk menggali kekayaan budaya di semua kampung di seluruh kabupaten itu.

"Apabila dilihat lebih jauh, hampir semua kampung maupun desa di dalam komunitas masyarakat Lembata terdapat pengetahuan dan praktik hidup turun-temurun atau kearifan lokal demi menjaga kesehatan manusia yang bersumber dari tanaman maupun tumbuhan herbal, selain dunia medis modern. Praktik-praktik itu, termasuk keyakinann kepada alam beserta tumbuhan adalah ciptaan Tuhan yang memiliki daya penyembuh bagi manusia," ujarnya.

Justin yang juga berasal dari Lembata menjelaskan komunitas masyarakat Lewokukung-Baolangu sangat akrab dengan aneka jenis kacang-kacangan maupun umbi-umbian yang ditanam di kebun maupun tumbuh liar di hutan. Mereka percaya bahwa semuanya memiliki khasiat menyembuhkan.

Di Desa Lewokukung-Baolangu terdapat aneka jenis kacang dengan nama lokal, seperti delaj, wetem, uta mekjawa, sura mojek, sura engal, sura koles, dan lain-lain. Ada aneka jenis tumbuhan obat, seperti kweluk, malu, kleruk, liaru, kebelu, leptaka mera, dan lain-lain.

Selain berbagi cerita setempat tentang makanan tradisional dan tanaman obat, Justin yang merupakan alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores, menyebutkan pihaknya juga meneliti bagaimana pengetahuan lokal diproduksi dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Proyek penelitian ini merupakan upaya untuk memahami peran-peran gender dan generasi dalam memproduksi, mewariskan, dan melestarikan pengetahuan dan praktik-praktik lokal mengenai makanan tradisional dan tumbuhan-tumbuhan obat dalam masyarakat agraris setempat," katanya.

Dia berharap hasil penelitian tersebut akan meningkatkan rasa memiliki warga setempat atas cerita-cerita tentang pengetahuan dan praktik pengobatan herbal serta mempromosikan pentingnya makanan tradisional dan tumbuhan obat bagi kesehatan serta pelestarian pengetahuan dan kearifan lokal. Penelitian ini juga diharapkan menjadi batu loncatan untuk penelitian-penelitian kolaboratif di wilayah-wilayah lain di timur Indonesia. (Sumber Berita: https://www.beritasatu.com/nasional/895971/peneliti-australia-dalami-kekayaan-pangan-tradisional-dan-tumbuhan-herbal-di-ntt/2 ) Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: