Pencegahan Osteoporosis dalam Islam, Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UIN
Tanggal Posting : Kamis, 26 Oktober 2023 | 10:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.com - Dibaca : 1432 Kali
Pencegahan Osteoporosis dalam Islam, Menurut Dekan Fakultas Kedokteran UIN
Ini dia cara mencegah Osteoporosis dalam islam menurut Dekan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Seiring dengan bertambahnya usia Osteoporosis (pengeroposan tulang) dan sarkopenia (penurunan massa, kekuatan dan fungsi otot) adalah dua kondisi medis yang secara paralel dapat mempengaruhi kesehatan otot, tulang dan sendi seseorang.

Osteoporosis adalah kondisi penurunan kepadatan tulang (bone mass density) yang sering ditemukan pada lansia, terutama wanita pasca-menopause. Seiring dengan sarkopenia, kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko jatuh (fall risk) dan patah tulang patologis (pathological fracture) pada penderitanya.

Menurut data IOF (Internasional Osteoporosis Foundation) di seluruh dunia, satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria berusia 50 tahun ke atas akan berisiko menderita patah tulang akibat osteoporosis.

Osteoporosis dan juga sarkopenia dapat mengakibatkan tulang menjadi lemah dan rapuh, meningkatkan risiko jatuh sehingga mudah mengalami patah tulang -bahkan hanya karena terjatuh ringan, terbentur, atau cidera lain dengan energi rendah (low energy injury).

Dikutip dari website UIN Jakarta, Patah tulang patologis yang disebabkan oleh osteoporosis -sering terjadi pada pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang pinggul- dapat mengancam jiwa dan menjadi penyebab utama rasa sakit serta kecacatan jangka panjang.

Dan salah satu yang sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan otot, tulang dan persendian sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis dan sarkopenia, ialah dengan aktif bergerak dan latihan reguler.

Dekan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT. FICS pada artikelnya menjelaskan dalam Islam, sholat yang dikerjakan seorang muslim minimal 17 raka’at dalam sehari semalam, memiliki manfaat yang sangat besar untuk berpotensi mencegah atau mengurangi risiko keparahan osteoporosis dan sarkopenia.

Untuk dapat melaksanakan diantara ibadah-ibadah utama dalam Islam seperti sholat, umroh dan haji, seorang muslim niscayanya harus memiliki kesehatan otot, tulang dan sendi yang baik. Karenanya menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk berusaha menjaga kesehatan otot, tulang dan sendinya agar dapat melaksanakan perintah ibadah dengan baik sesuai tuntunan.

Sholat, sebagai salah satu ibadah utama dalam Islam, memerlukan gerakan aktif fisik tubuh. Keseluruhan gerakan "latihan" aktif dalam rukun sholat mulai dari takbiratul ihram hingga salam, melibatkan penggunaan berbagai grup otot, tulang dan persendian.

Baik otot, tulang dan persendian ekstremitas atas maupun bawah, mulai dari kepala dan leher hingga ke kaki. Terdapat lebih dari 200 tulang rangka aksial dan apendikular serta lebih dari 250 persendian dalam tubuh manusia, yang hampir keseluruhannya diaktifkan dalam gerakan-gerakan aktif sholat.

Konsistensi dalam melakukan gerakan-gerakan aktif ini - minimal dalam 17 raka’at sholat wajib sehari semalam, apalagi ditambah dengan sholat-sholat sunnah - dapat mempertahankan kesehatan otot dan sendi serta kepadatan tulang, sehingga berpotensi mengurangi risiko osteoporosis dan sarkopenia.

Selain gerakan fisik yang melibatkan otot, tulang dan sendi, sholat juga memiliki pengaruh terhadap komponen mental dan spiritual yang dapat mengurangi stres dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Penelitian telah menunjukkan bahwa stres kronis dapat mempercepat penurunan kepadatan tulang. Dengan mengurangi stres melalui ibadah, seorang muslim dapat mengurangi risiko keparahan osteoporosis.

Penting untuk diingat bahwa selain sholat, praktik ajaran Islam lainnya juga dapat berkontribusi pada pencegahan osteoporosis dan sarkopenia. Diet yang sesuai dengan ajaran Islam, termasuk konsumsi makanan tinggi kalsium dan protein, yang juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.

Puasa wajib dalam bulan Ramadan maupun puasa-puasa sunnah lainnya, juga dapat memberikan manfaat yang besar untuk kesehatan tubuh. Termasuk pencegahan peningkatan sensitivitas insulin dan pengelolaan berat badan yang dapat mencegah risiko obesitas (kegemukan), penyakit metabolik maupun penyakit persendian seperti pengapuran (Osteoarthritis).

Sehingga dalam kaitan Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 Oktober, umat Islam dapat kembali ke ajaran Islam yang komprehensif. Dengan memadukan konsistensi gerakan aktif dalam sholat, pemahaman terhadap pola makan sesuai ajaran Islam yang seimbang, dan penghayatan aspek spiritual dari ibadah, seyogyanya umat Islam dapat memitigasi risiko osteoporosis dan sarkopenia.

Menjaga kesehatan fisik otot, tulang, sendi pada khususnya, dan kesehatan tubuh pada umumnya serta tentunya kesehatan mental spiritual secara holistik. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: