Mencari Role Model Pengobatan Tradisional di Yankes
Tanggal Posting : Sabtu, 20 Maret 2021 | 06:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 439 Kali
Mencari Role Model Pengobatan Tradisional di Yankes
Perlunya pengkajian peraturan lama yang mungkin tidak lagi selaras dengan upaya percepatan penelitian Jamu-herbal Indonesia dan integrasinya ke pelayanan kesehatan.

JamuDigital.Com-Media Jamu, Nomor Satu. Perhimpunan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) menggelar Dialog Nasional pada Sabtu, 13 Maret 2021, antara lain ingin menelisik role model dalam praktek pengobatan tradisional di Pelayanan Kesehatan.

Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si, Ketua PDPOTJI memberikan tanggapan pada Dialog Nasional dengan tema "Keselarasan Pendidikan Dan Pelayanan Kesehatan Dengan Obat Tradisional/ Obat Bahan Alam Antara Dokter, Tenaga Kesehatan Tradisional dan Penyehat Tradisional".

Menurut dr. Inggrid Tania, Jepang merupakan role model yang cocok untuk Indonesia karena ada ’kesamaan kultur’, di mana kedokteran konvensional merupakan sistem pengobatan yang sangat dominan/ mainstream, dengan masyarakatnya yang tetap memelihara tradisi pengobatan tradisional.

Tahun 2001-2002 Pemerintah Jepang memutuskan menginsersikan Kampo ke dalam kurikulum inti Kedokteran dan Farmasi, mulai diimplementasikan tahun 2003.

Para dokter konvensional di Jepang dilegalkan memberikan pelayanan kesehatan tradisional dengan herbal Kampo (baik yang pembuktiannya empirik, saintifik maupun klinikal), di samping pelayanan Kesehatan  konvensional.

"Ada ratusan ramuan empirik herbal Kampo yang dijamin oleh Asuransi Kesehatan Nasional. Herbal Kampo tetap didorong distandarisasi keamanan dan manfaatnya," ungkap Inggrid Tania.

Adapun pembelajaran dari China, yaitu antara lain:  Strategi marketing dalam dan luar negeri. Semangat mengglobalkan obat tradisionalnya (ekspansi ke pasar global secara masif), TCM dijamin oleh Asuransi Kesehatan Nasional.

Dibutuhkan kebijakan yang mendukung percepatan penelitian dan pengembangan Jamu/ herbal Indonesia dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan manfaat agar bisa diintegrasikan secara best practice dan legal pada pelayanan kesehatan.

Dengan adanya pandemi COVID-19 maka semakin besar kebutuhan akan percepatan penelitian dan pengembangan Jamu/herbal Indonesia, di mana Jamu/ herbal Indonesia dengan segudang riwayat empirik, ditambah hasil-hasil penelitian praklinik telah menunjukkan perannya dalam memodulasi daya tahan tubuh dan berpotensi digunakan sebagai upaya promotif, preventif, atau kuratif (komplementer).

Perlunya pengkajian terhadap Peraturan-peraturan lama yang mungkin tak lagi selaras dengan upaya percepatan penelitian dan pengembangan Jamu/herbal Indonesia dan integrasinya ke dalam pelayanan Kesehatan.

Dokter sebagai healthcare practitioner yang paling sentral perlu memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional/herbal dan kompetensi dalam mengintegrasikan dua paradigma pengobatan (tradisional & konvensional) yang berbeda, ke dalam pelayanan kesehatan.

Misalnya dengan cara: insersi kurikulum pengobatan tradisional komplementer/herbal ke dalam pendidikan kedokteran dan penguatan kompetensi dokter.

Praktisi pengobatan tradisional, baik yang tidak berpendidikan formal maupun yang berpendidikan formal tetap diberi wewenang memberikan pelayanan sesuai standar kompetensi masing-masing, demikian ungkap Inggrid Tania. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: