Pelatihan Pelayanan Kefarmasian bagi Tenaga Farmasi di Puskesmas
Tanggal Posting : Jumat, 3 Februari 2023 | 10:15
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1723 Kali
Pelatihan Pelayanan Kefarmasian bagi Tenaga Farmasi di Puskesmas
Status hukum Puskesmas secara tidak langsung mempengaruhi kinerja apoteker dari segi penyediaan barang, jasa dan fleksibilitas dalam mengelola keuangan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Webinar Pelatihan Pelayanan Kefarmasian bagi Tenaga Farmasi di Puskesmas. Apoteker Hebat, Indonesia Sehat, Dukung Transformasi Layanan Kesehatan Primer digelar pada 1 Februari 2023.

Salah satu narasumber yang tampil adalah Prof. Dr. apt. Satibi, Msi, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Makalah yang dipresentasikan Prof. Satibi berjudul "Pengukuran kinerja Apoteker dalam Pelayanan Kefarmasian dan hasil-hasil penelitian pendukungnya."

Pemateri lain, antara lain menyajikan makalah "Peran Hisfarkesmas dalam Pengembangan Kompetensi Apoteker di Puskesmas" oleh apt. Indri Mulyani Bunyamin, S.Farm, MARS (Ketua Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat).

Menurut study yang dilakukan, Prof. Satibi menyebutkan status hukum puskesmas secara tidak langsung mempengaruhi kinerja apoteker dari segi penyediaan barang dan/atau jasa dan fleksibilitas dalam mengelola keuangan, dimana seharusnya urutan kinerja apoteker yang tertinggi adalah apoteker yang bekerja di puskesmas dengan status BLUD penuh (Kota Yogyakarta), diikuti BLUD holding (Kabupaten Brebes), dan terakhir puskesmas dengan status non BLUD (Kota Banjarmasin).

Status Puskesmas yang berbentuk BLUD holding disisi lain juga menuntut apoteker untuk membuat dokumen tersendiri yang dilaporkan ke PPK-BLUD sehingga makin menambah daftar panjang beban kerja yang dimiliki oleh apoteker.

Menawali materinya, Prof. Satibi menjelaskan definisi tentang indikator:

  • Indikator adalah sebuah kriteria yang digunakan untuk mengukur adanya perubahan, baik langsung maupun tidak langsung, dan untuk menilai kesesuaian dengan tujuan dan target dari program yang dilaksanakan (Quick 1997)
  • Indikator adalah suatu alat ukur kuantitatif yang digunakan untuk monitoring, evaluasi dan mengubah atau meningkatkan mutu pengelolaan obat di suatu pelayanan kesehatan (Nadzam, 1996)

Sedangkan tentan Evaluasi disebutkan:

  • Evaluasi adalah penilaian secara pereodik kemajuan yang dapat dicapai dari perjalanan program dalam mencapai tujuan jangka panjang
  • Evaluasi adalah proses dimana aktivitas-aktivitas dan hasil kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan.
  • Pengukuran kinerja dengan indikator → output
  • Selain itu dapat berupa indikator input, dan proses

Adapun Key Performance Indicator:

  • Generally there are two approaches KPI based on Strategic themes KPI Based on Critical success factors

They both drive from: Objectives from strategic aims, Performance indicators flowing from objectives, Status and progress indicators, Year on year change indicators.

What are KPIs?:

  • Secara sederhana, KPI adalah ukuran yang digunakan oleh sektor atau organisasi untuk menentukan keberhasilan dan melacak kemajuan dalam mencapai tujuan strategisnya.
  • Key Performance Indicator (KPI) adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk meninjau kemajuan organisasi terhadap tujuannya.
  • KPI sebagai alat ukur.
  • KPI berfokus pada aspek kinerja organisasi yang paling penting bagi kesuksesan organisasi saat ini dan masa depan.
  • KPI mengukur kinerja dengan menunjukkan tren untuk menunjukkan bahwa perbaikan dilakukan dari waktu ke waktu.
  • KPI juga mengukur kinerja dengan membandingkan hasil terhadap standar atau kinerja dari organisasi sejenis lainnya.

Beberapa penelitian yang terkait signifikansi kinerja Apoteker di Puskesmas:

  1. Developing Consensus Indicators to Assess Pharmacy Service Quality at Primary Health Centres in Yogyakarta, Indonesia
  2. Kinerja Apoteker di Puskesmas Kota Y, Br dan Kota Bm (2016,2017)
  3. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Di Kota S (2018)
  4. Evaluasi Peranan Tenaga Kefarmasian Dalam Pelayanan Dan Pengelolaan Obat, BMHP, dan Alkes Program Poned Di Puskesmas Kota Semarang dan Brebes (2017,2018)
  5. Analisis Mutu Pengelolaan Obat dan Farmasi Klinik DI Puskesmas (Yogyakarta, Bantul, Sleman, OKI Sumatra Selatan, Kota Mataram, Maluku Tengah, Garut, Kupang, Tulung Agung (dilakukan 2018,2019)
  6. Penelitian Lain yang terkait

Capaian Kinera Apoteker Di Puskesmas

Capaian kinerrja apoteker di Puskesmas Kota Banjarmasin termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan capaian kinerja tersebut apoteker di puskesmas dapat dikatakan telah melakukan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas pada aspek pengelolaan obat maupun pelayanan farmasi klinis.

Capaian Kinerja Pada Aspek Pengelolaan Obat

Kinerja apoteker pada aspek pengelolaan obat secara keseluruhan termasuk dalam kategori tinggi. Namun jika dilihat pada masing-masing indikator, masih terdapat indikator yang memiliki kategori capaian sedang, rendah dan sangat rendah yaitu ketepatan permintaan obat, tingkat ketersediaan obat dengan kategori aman (12-18 bulan), Persentase Obat Mengalami Over Stock dan ITOR. Indikator diatas saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Capaian Kinerja Pada Aspek Farmasi Klinis

Kinerja apoteker pada aspek farmasi klinis termasuk kedalam kategori tinggi. Namun masih terdapat indikator yang perlu di tinjau kembali karena memiliki capaian kinerja pada kategori rendah yaitu pada indikator konseling.

Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat apoteker di puskesmas yang belum melakukan konseling kepada pasien , selain itu juga terdapat apoteker yang melakukan konseling namun belum secara maksimal karena tidak semua puskesmas memiliki fasilitas konseling,pendokumentasian terhadap konseling yang dilakukan juga hanya dilakukan oleh beberapa apoteker saja.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Supardi dkk. (2012 ) menemukan bahwa konseling obat oleh apoteker di Puskesmas hanya dilakukan secara terbatas mengingat ketersediaan waktu dan belum tersedianya ruangan khusus konseling di sebagaian besar puskesmas. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: