Strategi Transformasi Pengembangan Jamu Menghadapi Era Disrupsi
Tanggal Posting : Kamis, 9 September 2021 | 16:32
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 223 Kali
Strategi Transformasi Pengembangan Jamu Menghadapi Era Disrupsi
Disrupsi telah melanda seluruh dunia, maka pengembangan Jamu perlu strategi jitu, agar dapat terus berkembang. Potensi Jamu eksis di era digital ini sangat besar.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Peninggalan karya adi luhung nenek moyang bangsa Indonesia berupa ramuan Jamu Nusantara perlu dilestarikan dan dikembangkan, agar produk Jamu mampu beradaptasi dengan dinamika zaman yang kini sedang dilanda disrupsi dalam berbagai bidang.

Hal ini disampaikan oleh Karyanto, Founder JamuDigital saat menyampaikan tanggapan pada Webinar "Mengenal Jamu Nusantara, Eksplorasi Obat Tradisional Berbahan Alam Indonesia",  yang diadakan oleh Badan POM, pada Selasa, 8 September 2021. Tentang webinar, "Mengenalkan Jamu Nusantara, agar Diminati Lintas Generasi, dapat dibaca di: Klik Disini

Dalam tanggapannya yang membahas "Strategi Bersaing Beradaptasi pada Era Disrupsi", alumnus Fakultas Farmasi UGM ini, menguraikan bahwa di seluruh dunia kini sedang dilanda tiga disrupsi, yaitu: Perubahan Iklim, Revolusi Industri 4.0, dan Pandemi COVID-19.

Ketiga disrupsi tersebut, berdampak pada landscpace bisnis dan pengembangan Jamu sebagai Indonesia Heritage yang juga sebagai local wisdom untuk beradaptasi.

Mampukah produk Jamu beradaptasi ditengah gempuran disrupsi ini? "Saya yakin, Jamu Nusantara, Jamu Indonesia, dan produk OHT, juga Fitofarmaka (OMAI) dapat melakukan adaptasi tehadap perubahan yang fundamental dari pengaruh tiga dirupsi tersebut," ungkap Karyanto.

Disrupsi Perubahan Iklim menuntut adaptasi yang berbasis konsep green/blue economy. Bagaimana kepastian kontinyuitas penyediaan bahan baku produk Jamu/Obat Modern Asli Indonesia. Sudahkah budidaya tanaman obat dan kultivasi dijadikan landasan dalam memenuhi demand bahan baku Jamu atau (OMAI) Obat Modern Asli Indonesia?

Disrupsi Revolusi Industri 4.0 menuntut perubahan konsep pengelolaan bisnis dengan basis sharing economy. Konsep ini, juga memerlukan integralisasi antar lini untuk mencapai efisiensi dan daya saing. Pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence menjadi kunci utama.

Sedangkan Disrupsi Pandemi COVID-19, melahirkan kebiasaan new normal. Perubahan mendasarnya adalah menuju pada new normal Bioeconomy. Mengutip pendapat Prof. Dr. Arif Satria, yang menyebutkan bahwa Ekonomi Hayati Normal Baru- memiliki tiga ciri khas, yaitu: sharing, sircular, regenerative, Karyanto menambahkan.

Ciri regeneratif ini muncul pada era new normal, yang memaksa upaya-upaya menumbuhkan keanekaragaman hayati, karena meningkatnya kepedulian masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan-makanan sehat, obat dari bahan alami yang berbasis biodiversitas.

Darius Webinar Jamu

Keterangan Foto: Public Figure Darius Sinathrya ikut memberikan penilaian tentang Jamu Nusantara pada webinar yang diadakan Badan POM yang diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ini.

Karyanto memaparkan strategi tranformasi yang perlu diadapatasi dalam upaya pengembangan produk Jamu/OMAI pada saat menghadapi gempuran disrupsi. Setidaknya Ada 7 Strategi Transformasi Menghadapi Era Disrupsi:

  • Trend watching. Kegiatan memantau perubahan trend yang ada di dalam lingkungan bisnis. Menjadi agent of disruption, yakni menjadi pionir dalam disrupsi-sangat dianjurkan.
  • Research. Agar strategi trend watching yang dilakukan hasilnya lebih meyakinkan, maka harus dilakukan riset terlebih dulu.
  • Risk management. Melakukan pengelolaan terhadap risiko, lingkungan yang terdisrupsi akan menjadi pemicu munculnya risiko baru dalam bisnis.
  • Innovation. Terobosan, penyesuaian model bisnis, agar kekinian.
  • Switching. Berputar haluan bisnis, jika bisnis tidak lagi dimodifikasi.
  • Partnership. Bertempur sendiri dalam bisnis, sudah bukan eranya, sudah ter-inklusi.
  • Change management. Merubah pola pikir untuk melakukan perubahan.

Strategi generik diatas, dapat dijadikan panduan, agar dalam pengembangan Jamu/OMAI dapat mengikuti trend masyarakat dunia, yang memang mengalami perubahan mendasar akibat disrupsi. Stakeholers Jamu/OMAI harus mampu menjadi agent of disruption, Karyanto mengingatkan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: