OMAI Menuju Kemandirian Obat Nasional
Tanggal Posting : Selasa, 16 Juni 2020 | 05:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 213 Kali
OMAI Menuju Kemandirian Obat Nasional
Keterangan Foto: Rangkaian produk OMAI Dexa Medica yang dipasarkan di pasar nasional, dan sebagian produk dipasarkan di luar negeri.

Konsep pengembangan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk kemandirian obat nasional, mendapat dukungan dari lembaga/institusi terkait, yaitu: Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset & Teknologi, Kementerian Perindustrian, Badan POM, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DRR) Republik Indonesia.

Belum lama ini (14 Mei 2020)- Badan POM merilis Buku "Informatorium Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) di Masa Pandemi COVID-19". Buku ini, terdiri dari 3 BAB, yaitu: BAB 1: Pendahuluan. BAB 2: Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. BAB 3: Produk Obat Modern Asli Indonesia (Daftar Produk OMAI- termasuk Produk OMAI yang diproduksi Dexa Medica).

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menjelaskan buku ini untuk memberikan dukungan bagi pengembangan obat berbahan alam Indonesia, khususnya dalam kondisi pandemik COVID-19 di Indonesia.

"Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber hayati besar dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku obat bahan alam. Sebagaimana kita ketahui dalam masa pandemi COVID-19, peningkatan kebutuhan bahan baku pembuatan obat di dalam negeri mengalami hambatan akses mendapatkannya, karena ketergantungan pada bahan baku obat kimia yang besar dari impor," Penny K. Lukito mengungkapkan.

Kondisi ini, lanjut Kepala Badan POM, menjadi tantangan bagi Indonesia untuk terus berinovasi dan dapat mandiri dengan mengembangkan obat dengan sumber bahan alam dari dalam negeri, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan obat di Indonesia.

Informatorium OMAI merupakan informasi tentang bahan alam yang telah disetujui dan digunakan di Indonesia dalam bentuk produk Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka (FF). Kedua jenis produk itu, merupakan produk obat hasil pengembangan dari pemanfaatan bahan-bahan alam di Indonesia. Keberadaan OMAI dapat digunakan sebagai subtitusi atau komplementer dalam penanganan atau terapi pada kondisi suatu penyakit.

Menurut Kemenristek/BRIN, Bambang PS. Brodjonegoro, seperti dimuat website Kemenristek, bahwa saat ini 90-95 persen alat kesehatan dan obat nasional masih menggunakan bahan baku impor. Beliau menyebut kebutuhan impor secara bertahap harus diturunkan dengan membangun kemandirian OMAI. Kemandirian obat nasional dapat dibangun dengan mengembangkan dan memanfaatkan biodiversitas yang dimiliki Indonesia, sehingga mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku impor.

Hal senada dikemukakan Menteri Perindustrian  RI., Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia menegaskan bahwa industri farmasi merupakan salah satu industri nonmigas yang menjadi target pertumbuhan industri nasional. Pihaknya sangat mengapresiasi lagkah hilirisasi dengan OMAI. Ini jelas mempunyai kandungan TKDN 100%, dan dapat dimaksimalkan dengan digunakan di JKN. Selain akan mendapatkan substitusi produk impor farmasi, juga akan mendorong potensi ekspor, agar terjadi multiplier efek untuk semakin mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana dimuat di laman website Menperin.

Penegasan juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI., Terawan Agus Putranto. Dia mengatakan Pemerintah bersama dengan industri farmasi mengambil langkah cepat untuk melaksanakan Instruksi Presiden No.6 Tahun 2016 tentang Percepatan dan Pengembangan Industri Farmasi Alat Kesehatan. Sejumlah langkah telah dipersiapkan oleh Kementerian Kesehatan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan.

Menkes mengapresiasi industri yang mendukung strategi Pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan, melalui riset penemuan dan hilirisasi produk Obat dan Alkes. Kata kuncinya adalah kerja sama, harus dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses produksi OMAI., sebagaimana dilansir di website Kemenkes.

Dari Gedung Parlemen di Senayan Jakarta, dukungan juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena yang menyokong, agar OMAI terus dikembangkan dan menjadi bagian Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, menjadi keunggulan daya saing bangsa, menjadi alternatif kemandirian obat nasional. *PROGRAM EDUKASI OMAI- OBAT MODERN ASLI INDONESIA


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: