Multiplier Effect Industri Jamu pada Perekonomian
Tanggal Posting : Jumat, 2 Oktober 2020 | 07:15
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 600 Kali
Multiplier Effect Industri Jamu pada Perekonomian
Dr. Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia saat menjelaskan multiplier effect Industri Jamu pada perekonomian nasional.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. "Dengan menyediakan lapangan kerja sekitar 3 juta tenaga kerja, dengan bahan baku kurang lebih 90% dari dalam negeri. Industri jamu akan memberikan multiplier effect yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian, mulai dari hulu sampai dengan hilir.

Demikian diungkapkan Dr. Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia pada saat memberikan sambutab webinar "Jamu Modern & Kosmetik Indonesia untuk Pasar Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Nepal & Sri Lanka" pada 30 September 2020.

"Tema ini berkaitan dengan kearifan lokal, tetapi dengan nilai yang global. Mengingat jamu adalah salah satu keunggulan local yang memiliki potensi dipasar domestik maupun pasar luar negeri. Kondisi pandemi mendorong pola gaya hidup masyarakat ke life style yang sadar akan kesehatan,"  ujar Jerry Sambuaga menambahkan.

Per hari ini- bulan ini neraca perdagangan Indonesia surplus dengan nilai 11,05 USD miliar. Ekspor kita 103,16 USD miliar dan impor 92,11 USD miliar itu posisi per Agustus 2020. Dan itu adalah posisi yang kita inginkan, agar surplus ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Seperti yang disampaikan Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan, kita harus dapat mengubah momentum krisis ini menjadi batu lompatan kesempatan dengan mengetahui tantangan dan peluang kesempatan di masa pandemi COVID-19 ini.

Berita Terkait: Srategi Mustika Ratu Menembus Pasar Global

Berita Terkait: Multiplier Effect Industri Jamu pada Perekonomian 

Tantangan pada saat masa pandemi ini meliputi perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan global, proteksionisme yang sedang mengglobal, kurangnya optimalisasi dari kerja sama perdagangan internasional, lalu potensi defisit yang tidak hanya melanda Indonesia tetapi juga di negara-negara lain.

Nah peluangnya yang dapat kita lihat tentu ada pertumbuhan perdagangan, relokasi pusat-pusat industri, transformasi digitalisasi dan juga pemanfaatan potensi pasar. Dalam rangka melihat peluang dan juga melihat tantangan berdasarkan pengamatan kami, industri jamu dan kosmetik Indonesia merupakan sektor yang sangat kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

"Dan perannya juga sangat penting untuk perekonomian nasional. Dengan menyediakan lapangan kerja seperti data yang kita peroleh untuk sekitar 3 juta tenaga kerja, dengan bahan baku kurang lebih 90% berasal dari dalam negeri. Industri jamu akan memberikan multiplier effect yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian mulai dari hulu sampai dengan hilir," ungkap Jerry Sambuaga.

Adapun untuk kosmetik Indonesia adanya pertumbuhan yang cukup baik dipasar global. Beberapa merk sudah banyak dijumpai beberapa retail diberbagai negara-negara Asia bahkan sampai ke Eropa.

Bapak/ibu pelaku usaha dan para stakeholders sudah mengetahui perkembangan kinerja ekspor biofarmaka Indonesia per kawasan. Kita dapat lihat, baik di Eropa, Timur Tengah, Asia, Afrika, dan juga Amerika Serikat hampir semua, kalau kita bandingkan dengan per kawasan itu mengalami kenaikan.

Kalaupun ada yang turun di Asia atau Afrika itu turunnya tidak sebanyak kita di kawasan yang lain. Walaupun data menunjukan bahwa ekspor ada yang mengalami penurunan, tetapi kita optimistis ya bahwa ekspor ini tumbuh. Berdasarkan kawasan tadi kan dapat kita lihat ada kenaikan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan kawan-kawan.

Dan juga kita dapat mengambil hikmah dan juga mengetahui serta mengambil peluang-peluang yang ada saat pandemi COVID-19 ini ke negara-negara yang tidak memiliki ketahanan seperti Indonesia. Dengan pasar domestik dan pasar global apa yang kita fokuskan dan yang kita lakukan.

Penguatan Regulasi

Tentu menurut kami dari prespektif Kementerian Perdagangan sebetulnya penguatannya adalah dibidang regulasi. Jadi apabila Bapak/ibu melihat seperti apa yang dislide tampilkan disini. Kita itu banyak melakukan simplipikasi yang juga penyederhanaan peraturan regulasi yang dilakukan oleh Kemendag dari pertengahan tahun ini.

Bahkan diawal tahun dalam rangka untuk mempercepat dan untuk menguatkan, meningkatkan ekspor-ekspor tidak hanya produk-produk tertentu tapi juga secara umum.

Apalagi kita dapat lihat bahwa Kemendag itu memiliki instrumen yang cukup signifikan. Perwakilan-perwakilan kita diluar negeri tersebar kurang lebih sekitar 31 negara dengan adanya Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) kita Indonesia dan hasil perdagangan yang juga berkoordinasi dengan teman-teman KBRI dan KJRI yang juga tentunya dibawah Kementerian Luar Negeri dan juga disini ada bapak/ibu dubes yang konsisten dan rutin yang pastinya akan menjadi ujung tombak Indonesia.

Dan sebagai penutup, bahwa optimisme itu memang harus dibangun. Dan tentunya semua produk itu salah satu bagian dari kita untuk meningkatkan perekonomian nasional dengan baik. Karena perekonomian itu salah satu aspek yang pentingnya boleh kita lihat selain keuangan yaitu perdangangan.

Dan perdagangan itu secara massif dan secara kebijakan banyak ditentukan dan dipengaruhi oleh Kementerian Perdagangan. Oleh karena itu saya pikir tepat dan juga akan menjadi pas ketika Kementerian Perdagangan banyak terlibat pada proses formulasi kebijakan dan untuk mensuport ekspor-ekspor Jamu atau sejenisnya. Sehingga ini menjadi salah satu asset pendorong ekspor kedepan.

Dan sebagai Wamendag tupoksi kami salah satunya selain untuk meningatkan ekspor nasional Indonesia, tetapi juga untuk merealisasi, mengeksekusi dan mempercepat aggrement perjanjian pernegosiasian dagang di seluruh Indonesia.

Kebetulan kami menjadi sektor yang mempercepat dan mengeksekusi perjanjian dagang diseluruh kawasan dimulai dari Asia, Eropa dan seterusnya. Dan per hari ini kami sampaikan bahwa sudah ada sekitar 20 perjanjian besar yang sudah masuk tahap verifikasi dan tahap implementasi. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: