Mengenal Metode Uji Toksisitas Obat Tradisional
Tanggal Posting : Sabtu, 7 Maret 2020 | 06:39
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 366 Kali
Mengenal Metode Uji Toksisitas Obat Tradisional
Ipang Djunarko, Dekan Fakultas Farmasi- Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta- Periode 2010-2014 (tengah) pada seminar di Universitas Swadaya Gunung Jati.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mengadakan Seminar dan Workshop "Potensi Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat" ke-46- merupakan kerjasama dengan PT. Sido Muncul, Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Apoteker Indonesia, pada Sabtu, 29 Februari 2020 di Cirebon.

Menampilkan narasumber: Dra. Mayagustina Andarini, Apt.,M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI.), Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., Apt. (Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma), Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A (K)., M.Kes., MH.Kes. (Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI.), Prof. Dr. Edi Dharmana, M.Sc., PhD., Sp.Park (Imunolog Peneliti Herbal, Guru Besar UNDIP), Prof. Dr. dr. Winarto Dmm. Sp.MK. Sp.M(k) (Guru Besar FK UGJ).

Kali ini, Redaksi JamuDigital.Com menampilkan hasli uji toksisitas obat tradisional, berdasarkan makalah dari Ipang Djunarko, Apt., M.Sc. (Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta periode 2010-2014) yang diterima oleh Redaksi JamuDigital.Com. Berikut ini, ringkasannya.

Judul riset yang dilakukan adalah: "Toksisitas Subkronis Jamu Tolak Angin Pada Tikus Jantan Dan Betina," Kerjasama PT. Sido Muncul dan Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma- Yogyakarta, yang dipresentasikan di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebn, 29 Februari 2020.

Mengapa perlu uji toksisitas? Faktor-Faktor yang mempengaruhi toksisitas: Faktor intrinsik zat beracun, Faktor intrinsik makhluk hidup. Demikian Ipang Djunarko membuka presentasinya.

Kemudian disebutkan tentang faktor intrinsik zat beracun: Faktor Kimia  (Kimia-Fisika dan Kimia Struktur), Kondisi Pemejanan (Jenis, Jalur, Kekerapan, Saat, Takaran). Faktor intrinsik makhluk hidup: Kondisi makhluk hidup? Keadaan Fisiologi. Keadaan Patologi.

Berita Terkait: Porses Panjang Pengembangan Obat Tradisional

Tujuan Penelitian: Mengungkapkan spektrum efek toksik Jamu T.A. secara subkronis Pemberian 3 bulan pada hewan setara dengan 101 bulan (8,4 tahun) pada manusia, Mengetahui ada tidaknya kekerabatan antara dosis dan spektrum efek toksik, Mengevaluasi sifat efek toksik yang terjadi.

Metode Penelitian. Hewan uji yang digunakan: Tikus jantan dan betina, galur Sprague Dawley, umur 2 bulan, berat badan 150-200 gram. Senyawa uji yang digunakan: Jamu T.A. Cair (JTCA) satu kali sehari, dengan 4 peringkat dosis: 0,45; 1,35; 4,05; 12,15 ml/kgBB.

Hasil dan pembahasan. Tidak ditemukan kematian dan perubahan gejala klinik selama perlakuan 90 hari Jamu Tolak Angin Cair. Pemberian subkronis Jamu T.A. Cair: Tidak mempengaruhi BB dan konsumsi pakan hewan uji, Tidak mempengaruhi sistem hematologi hewan uji.

Kesimpulan. Spektrum efek toksik jamu T.A. secara subkronis TIDAK menunjukkan perubahan secara fisiologis, biokimia maupun struktural. Ada kekerabatan antara dosis dan spektrum efek toksik perlu perhatian pada dosis tertinggi (9 sachet untuk satu kali pemakaian) terkait dengan fungsi hepar dan ginjal. Mengevaluasi sifat efek toksik yang terjadi bersifat reversible kembali ke normal. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: