Porses Panjang Pengembangan Obat Tradisional
Tanggal Posting : Jumat, 6 Maret 2020 | 11:05
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 354 Kali
Porses Panjang Pengembangan Obat Tradisional
Dra. Mayagustina Andarini, Apt.,M.Sc., Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI. (kedua dari kanan).

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mengadakan Seminar dan Workshop "Potensi Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat" ke-46- merupakan kerjasama dengan PT. Sido Muncul, Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Apoteker Indonesia, pada Sabtu, 29 Februari 2020 di Cirebon.

Menampilkan narasumber: Dra. Mayagustina Andarini, Apt.,M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI.), Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., Apt. (Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma), Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A (K)., M.Kes., MH.Kes. (Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI.), Prof. Dr. Edi Dharmana, M.Sc., PhD., Sp.Park (Imunolog Peneliti Herbal, Guru Besar UNDIP), Prof. Dr. dr. Winarto Dmm. Sp.MK. Sp.M(k) (Guru Besar FK UGJ).

Mayagustina Andarini menyajikan materi berjudul "Kebijakan Pengawasan Obat Tradisional  dalam Mendukung Program Indonesia Sehat." Ada lima pokok bahasan yang disampaikan, yaitu: Potensi Obat Bahan Alam, Definisi dan Penggolongan Obat Tradisional, Sistem Pengawasan Obat Tradisional, Regulasi Pengawasan OT, Kebijakan Pengawasan  OT, sebagaimana yang dikirim ke Redaksi JamuDigital.Com.

Pengembangan Obat Tradisional merupakan proses yang panjang mulai dari proses penyediaan bahan baku, studi etnofarmakologi, pembuktian khasiat dan keamanan, teknologi ekstraksi, proses produksi (manufacturing), hingga produk sampai ke tangan pasien.

Infografis OT

Pada bagian lain, Mayagustina menjelaskan tentang larangan dalam Obat Tradisional. Yaitu, dilarang mengandung: Etil alkohol dengan kadar >1%, kecuali bentuk tingtur yang pemakaiannya dengan pengenceran dalam bentuk COD, Bahan kimia obat, Narkotika atau psikotropika, Bahan lain yang berdasarkan pertimbangan kesehatan dan/atau berdasarkan penelitian membahayakan kesehatan, Menggunakan tumbuhan dan atau hewan yang dilindungi.

Beberapa Ketentuan Pendukung Obat Bahan Alam:

  • Bahan baku yang aman, berkhasiat, dan bermutu sesuai ketentuan Farmakope Herbal Indonesia, Materia Medika Indonesia, farmakope negara lain atau referensi ilmiah yang diakui
  • Dibuat dengan menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
  • Bukti ilmiah dapat berasal dari uji praklinik dan/atau uji klinik. Pelaksanaan uji klinik mengacu kepada Cara Uji Klinik yang Baik
  • Bukti empiris dapat berasal dari buku/literatur empiris seperti Serat Centhini, Cabe Puyang, dan lain-lain.
  • Uji pra klinik dapat menggunakan pedoman Uji Toksisitas Non Klinik secara In Vivo. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: