Kabar dari Jepang: Upacara Sado di Shukkeien Garden
Tanggal Posting : Sabtu, 13 Maret 2021 | 06:31
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 688 Kali
Kabar dari Jepang: Upacara Sado di Shukkeien Garden
Founder JamuDigital, Karyanto pada upacara minum teh di Jepang. Menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh yang digiling halus.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Saat saya bertugas meliput kegiatan pariwisata di Hisroshima-Jepang pada Februari 1994, salah satu kegiatan yang dilakukan selama sepekan itu adalah Upacara Sado (minum teh) yang diadakan di luar ruangan disebut nodate di taman Shukkeien Garden. 

Karena mendengar upacara minum teh, maka saya memakai jas dan dasi. Saat berkumpul di lobby hotel, ternyata saya sendiri yang paling formal pakaiannya. Oh....semoga tidak salah kustom. Tapi biarlah, kan mau menghormati yang akan menjamu minum teh yang merupakan salah satu tradisi bangsa Jepang menghormati tamu.

Bus rombongan kami, berangkat dari hotel ke taman Shukkeien Garden hanya sekitar 30 menit. Taman ini didirikan pada tahun 1620. Lokasi taman ini sekitar satu setengah kilometer dari Hiroshima Peace Memorial Park. Tempat ini mempunyai sejarah yang cukup panjang, dibangun pada zaman Edo atas perintah Asano Nagaakira, yaitu tuan tanah yang saat itu memerintah Hiroshima.

Karyanto dan Sado

Keterangan Foto: Founder JamuDigital, Karyanto sedang mengamati tata cara dalam upacara minum teh di Hiroshima-Jepang (1994).

Asano sendiri sengaja mendatangkan ahli konstruksi taman dari Kyoto untuk merancang taman yang indah ini. Sejak zaman Meiji, taman ini menjadi kediaman keluarga Asano. Ketika pemerintahan Jepang sempat direlokasikan ke Hiroshima, sang raja sempat tinggal di taman ini.

Kemudian keturunan Asano menyerahkan kepemilikan taman ini kepada Negara secara sukarela pada tahun 1940. Meski sempat hancur ketika peristiwa bom atom, namun taman ini kembali dibangun dan menjadi salah satu tujuan wisata sampai sekarang.

Taman ini memiliki pemandangan yang indah, karena dikelilingi oleh pegunungan, bukit, pepohonan rindang, dan sebuah kolam besar. Di sana juga ada jembatan yang melintang di atas kolam tersebut dan beberapa rumah minum teh.

Upacara minum teh (sado, chado) itu ritual tradisional Jepang yang menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chato atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate, sedangkan ruangan khusus untuk minum teh isebut chashitsu.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh  yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchado.

Karyanto Baju Kimono

Keterangan Foto: Founder JamuDigital, Karyanto saat jamuan makan malam dengan pakaian tradisional Jepang, Kimono, Hiroshima (1994).

Simak artikel selanjutnya, Kabar dari Jepang: Pengobatan Tradisional KAMPO. Bagaimana sistemnya, apakah sudah diresepkan para dokter, bagainama posisinya dalam sistem kesehatan di Jepan...? Founder JamuDigital.Com, Karyanto.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: