Kabar dari Jepang: Kampo Terintegrasi Pengobatan Modern
Tanggal Posting : Minggu, 14 Maret 2021 | 06:42
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 437 Kali
Kabar dari Jepang: Kampo Terintegrasi Pengobatan Modern
History of Kampo Medicine. Jepang mampu memadukan pengobatan tradisional terintegrasi dengan pengobatan modern berbasis western medicine.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Kampo Medicine (Traditional Japanese Medicine) telah terintegrasi secara penuh dengan sistem pengobatan modern. Kampo memiliki level sederajat dengan obat kimia sintetis, dan dipergunakan/diresepkan para dokter di Jepang pada Faskes dan praktek pribadi. 

Sistem pendidikan kedokteran di Jepang adalah western medicine- selain memperoleh training baik dalam hal  biomedicine, juga Traditional Japanese Medicine.

Simak yuks, bincang-bincang Founder JamuDigital, Karyanto dengan Yen Yen Sally Rahayu- pada 13 Maret 2021. Saat ini, Sally Rahayu sedang menempuh Program Doctoral di The University of Tokyo, Graduate School of Agriculture and Life Sciences, Global agriculture studies, di Tokyo, Jepang.

Sally Rahayu mendapat Gelar Master dari Kagoshima University, Faculty of Agriculture, Dept. Biochemical Sciences and Technology (2014-2016). Sebelumnya sebagai Research Student di Universitas yang sama (2013-2014). Pernah kuliah di ITB, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun 2001-2005.

Berikut ini, petikan bincang-bincangnya:

Bagaimana penerapan Kampo di Jepang saat ini?

Seperti juga Korean Trditional Medicine, Kampo berakar dari Traditional Chinese Medicine (TCM). Secara literal, "Kan" artinya China, dan "po" artinya Obat (medicine).  Perbedaan mendasar antara Kampo dan TCM adalah bahwa TCM itu modifikasinya pada level herbal, sedangkan modifikasi Kampo ada pada level formula (resep).

Jadi pada prinsipnya, Kampo tidak hanya terdiri dari satu komponen obat, tetapi satu jenis Kampo merupakan formula terdiri dari campuran dari crude ekstrak dari beberapa campuran herbal (Hayasaka et al., 2012).

Sesuai regulasi di Jepang, Kampo dikategorikan sebagai "obat", bukan produk herbal atau "health food". Karena itu, memiliki set regulasi seperti obat kimia sintetis. Kampo ada yang OTC, di mana konsumen dapat membeli di toko obat, dan ada juga yang preskripsi dokter (Ethical Kampo Formulation). Kampo formula yang dapat digunakan di pelayanan kesehatan di Faskes (diresepkan oleh dokter) harus yang tercantum dalam Japan Pharmacopeia (https://www.pmda.go.jp/english/rs-sb-std/standards-development/jp/0020.html)), dimana saat ini terdapat 148 Kampo formula. Dari 148 Kampo formula ini, sudah di produksi 679 produk oleh berbagai pharmaceutical industries.

Peracikan Kampo di Jepang

Apakah Kampo masuk dalam sistem pelayanan kesehatan di Jepang?

Sudah yaitu sejak tahun 1976, Kampo mulai dimasukan ke dalam sistem asuransi  nasional Jepang (National Health Insurance/ NHI) yang serupa dengan JKN-BPJS di Indonesia. Awalnya hanya 33 Kampo formula yang boleh diresepkan dan di cover oleh NHI. Progresnya saat ini sudah ada 148 Kampo formula yang masuk dalam sistem NHI dan boleh diresepkan di faskes oleh dokter.   

Pengobatan Kampo, seperti apa sekarang?

Jenis Kampo  formula yang paling banyak digunakan adalah "shakuyakukanzoto". Banyak digunakan sebagai "relaxant otot" dan analgesik untuk mengatasi musculoskeletal disorders  (keluhan otot) seperti kram, nyeri otot, sakit pinggang, sakit abdomen karena PMS. Kampo formula ini terdiri dari 6 gram akar Peony dan 6 gram akar Liquorice of root. 

Jenis lain yang sering digunakan pula, misalnya Kakkonto untuk mengobati pilek, daikenchuto untuk mengatasi masalah pencernaan, goshajinkigan untuk pendamping obat anti kanker.

Tentang generasi milenial Jepang terhadap Kampo?

Sangat berminat? Biasa-biasa saja..atau justru berkurang. Dari pandangan saya mungkin biasa-biasa saja, tapi ada suatu studi yang menyatakan bahwa tren penggunaan Kampo dikalangan wanita meningkat, karena banyak yang menggunakan untuk permasalahan yang berhubungan dengan PMS.

Karena Kampo lebih banyak dipakai untuk peresepan dokter dari pada OTC, jadi penggunaan Kampo tergantung dari berapa banyak dokter yang meresepkan Kampo tersebut. Pasien atau konsumen pada akhirnya akan menerima apa yang diberikan oleh dokter. 

Para dokter Jepang meresepkan Kampo-baik di rumah sakit atau praktek mandiri?

Ya, karena Kampo dicover oleh asuransi, dokter boleh meresepkan Kampo, baik dokter di Faskes pemerintah atau pribadi. Semua dokter di Jepang, memiliki kewenangan untuk meresepkan Kampo, tapi hal tersebut tidak "wajib". Jadi tergantung dari dokternya sendiri. 

Menurut survey, 89% dokter meresepkan Kampo dalam praktek sehari-hari. Tetapi menurut suatu studi, walaupun dokter yang meresepkan Kampo banyak, jenis Kampo yang diresepkan terbatas itu-itu saja. Dan biasanya peresepan Kampo oleh dokter dibarengi dengan pemberian obat sintetis kimia pula (kombinasi). 

Pernah mencoba Kampo di Jepang?

Pernah diresepkan oleh dokter di klinik kampus. Lupa namanya apa. Tetapi bentuknya bubuk, seperti puyer, rasanya mirip Jamu...pahit.

Informasi lain tentang Kampo?

Penggunaan Kampo didalam sistem kesehatan Jepang unik, karena berbeda dari negara lain yang serupa, seperti China atau Korea. Kampo ini diresepkan oleh seorang dokter yang backgroundnya  Western-style medicine, sedang jika di China dan Korea yang memiliki kewenangan  adalah dokter dengan background khusus pengobatan tradisional.

Jadi  dengan kata lain di Jepang itu satu-satunya negara yang tradisional medicine-nya terintegrasi secara penuh dengan sistem pengobatan modern. Kampo memiliki derajat yang sama dengan obat sintetis dan dipergunakan oleh dokter berlatar-belakang general/ western medicine (bukan tradisional). Dalam sistem pendidikan kedokterannya, para dokter di Jepang ini memperoleh training baik dalam hal  biomedicine, maupun Kampo Traditional Japanese Medicine. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: