Manfaat Kuersetin Bawang Merah
Tanggal Posting : Sabtu, 10 Oktober 2020 | 08:02
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2780 Kali
Manfaat Kuersetin Bawang Merah
Bawang Merah memiliki kandungan kimia kuersetin yang bermanfaat dalam penghambatan infeksi virus.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Bawang Merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang paling umum dikonsumsi sebagai bumbu atau pelengkap masakan. Bawang Merah mengandung asam glutamat, penguat rasa alami yang menyebabkan masakan menjadi lebih enak.

Di Indonesia Bawang Merah juga dikenal sebagai obat tradisional, yaitu dalam pengobatan luka, kembung, flu, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Bawang Merah dapat digunakan secara tunggal atau dipadukan dengan bahan lain dalam ramuan obat tradisional, yang fungsinya saling melengkapi dan menguatkan.

Dalam bentuk minyak atsiri, Bawang Merah banyak digunakan untuk aromaterapi, antara lain untuk memperbaiki gangguan pencernaan dan meningkatkan selera makan.

Komponen Aktif dan Manfaat
Bawang Merah mengandung senyawa fitokimia yang memiliki efek farmakologis dalam penyembuhan penyakit. Senyawa fitokimia/komponen aktif Bawang Merah antara lain senyawa flavonoid dan glikosidanya seperti kuersetin serta senyawa organosulfur, dan saponin.

Bawang Merah merupakan sumber kuersetin utama, yang mengandung kuersetin-4’-glikosida dan kuersetin-3-4’-diglikosida. Manfaat Bawang Merah bagi kesehatan antara lain sebagai antibakteri, antivirus, antiparasit, antioksidan, antihistamin, dan antiinflamasi.

Senyawa organosulfur seperti kuersetin dan allisin bermanfaat dalam penghambatan infeksi virus. Senyawa tersebut dapat menghambat pelekatan virus ke sel inang, mengubah transkripsi dan translasi genom virus dalam sel inang dan juga memengaruhi perakitan virus.

Kuersetin dapat memengaruhi pemasukan dan pemasangan Enterovirus dan virus Influenza pada sel inang, dan menghambat RNA polimerase yang diperlukan untuk replikasi virus, serta menghambat proses dimana virus mengubah jalur pensinyalan di dalam sel inang.

Ekstrak Bawang Merah dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh dan berperan sebagai imunomodulator. Sifat imunostimulan yang diberikan ekstrak Bawang Merah dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa flavonoid/kuersetin yang dapat meningkatkan aktivitas proliferasi limfosit.

Berita Terkait: Manfaat Senyawa Aktif Brazilin Kayu Secang

Berita Terkait: Korporasi Petani dan Tata Niaga Tanaman Obat


Selain itu, ekstrak Bawang Merah dapat memicu peningkatan IFN-γ secara signifikan dan menurunkan produksi interleukin (IL)-4 oleh sel mononuklear limpa.

IFN-γ merupakan sitokin utama Macrophage Activating Cytokine (MAC) yang berperan terutama dalam imunitas non spesifik seluler. Ekstrak Bawang Merah juga mampu menekan terjadinya angiogenesis untuk pencegahan kanker.

Pembuatan Produk
Produk Bawang Merah yang sangat populer adalah bawang goreng. Bawang Merah dapat dikonsumsi langsung dalam bentuk segar atau dalam bentuk acar dan bumbu. Namun tidak semua orang menyukai mengkonsumsi langsung Bawang Merah segar.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan suplementasi Bawang Merah ke dalam jus buah-buahan sebagai produk minuman kesehatan, antara lain suplementasi tepung Bawang Merah ke dalam jus apel.

Potongan buah apel dihaluskan dan di homogenisasi dengan air menggunakan blender dan selanjutnya disaring. Ke dalam jus buah apel tersebut ditambahkan serbuk bawang merah sekitar 1,5-2% berdasarkan volume jus, kemudian dihomogenkan kembali.

Tahap selanjutnya adalah memanaskan jus pada suhu sekitar 90-95⁰C selama kurang lebih 30 menit. Pemanasan jus akan mengubah komponen organosulfur Bawang Merah menjadi tiosulfinat yang memiliki flavor lebih disukai.

Suplementasi Bawang Merah dapat menghambat browning dan meningkatkan kualitas jus apel dengan meningkatnya aktivitas antioksidan, total fenol dan kandungan flavonoid/kuersetin pada jus.

Dosis dan Efek Samping
Tingkat asupan harian kuersetin adalah 250 mg per hari. Dalam suplemen makanan, dosis harian kuersetin (setara aglikon) yang dianjurkan adalah pada kisaran hingga 1000 mg (paling umum 500 mg).

Tingkat asupan kuersetin melalui suplemen jauh lebih tinggi daripada asupan kuersetin pada makanan. Kuersetin yang digunakan pada suplemen makanan terutama dalam bentuk aglikon sedangkan dalam makanan dalam bentuk kuersetin glikosida.

Food and Drugs Administration (FDA/Amerika Serikat) pada tahun 2010 menyatakan kuersetin dengan kemurnian tinggi adalah Generally Recognized as Safe (GRAS) sebagai suplemen makanan.

International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 1999 menyimpulkan bahwa kuersetin tidak diklasifikasikan menurut karsinogenisitasnya terhadap manusia.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 49-51). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: