![]() |
| Kunyit Putih memiliki kandungan kimia diantaranya: kurkumin, saponin, tanin, minyak atsiri, camphor, dan cineol. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Kunyit Putih (Kaempferia rotunda rhizoma) mengandung senyawa aktif kurkumin yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor serta mampu memperbanyak jumlah limfosit. Kunyit Putih dibeberapa daerah dikenal dengan temu putri, kunci pepet, temu rapet, koneng bodas, konce pet, kunyit kunot, ardong.
Kunyit Putih merupakan herba kecil, daun petiolatus, pelepah daun panjangnya 7-24 cm, berbentuk seperti pedang, hingga ellips, kelopak bunga berwarna putih atau hijau, mahkota bunga berwarna putih. Umbi berbentuk bulat, akar tunggang sangat kecil, rasanya wangi, cabang rhizoma berbentuk kepala, mengandung banyak air.
Tanaman herba, tinggi sampai 0,65 m. Batang berupa rimpang bercabang, pendek, sangat kuat, aromatik, warna putih kekuningan, batang semu kokoh, merah kecoklatan, minimal 25 cm. Daun tunggal, berpelepah, 3-5, tegak, helaian; bentuk bulat memanjang lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, runcing, tumpul, daging daun tebal dan lunak, permukaan atas daun gundul.
Permukaan bawah berambut sangat pendek, warna permukaan atas hijau dan sering seperti terbakar, permukaan bawah ungu gelap, panjang helaian daun 10-30 cm, lebar 4-10 cm, tangkai daun besar, sampai 4 cm, lidah-lidah daun (ligula) kira-kira 4 mm, upih (pelepah) daun berambut, panjang 7-24 cm.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: OMAI HerbaPAIN Tuntaskan Nyeri Teruji Klinis
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Tumbuhan ini tersebar di pegunungan Himalaya, India, Srilangka, Malaysia, Sumatera, Jawa. Di Jawa tumbuh di daerah dengan ketinggian 20 - 500 m diatas permukaan laut. Tumbuh ditempat yang agak lembab dan teduh, sebagai tumbuhan liar atau tumbuh menjadi liar di hutan jati, belukar, hutan basah, padang rumput.
Kunyit Putih memiliki kandungan kimia kurkumin, saponin, tanin, minyak atsiri, camphor, cineol. Rimpang Kaempferia rotunda mengandung 0,22 % minyak atsiri yang terdiri dari 5 senyawa utama piperiton, p-simen-8-ol, verbenon, kariofilen, kariofilenoksida, dan 3 senyawa minor, serta krotepoksida.
Menurut efek farmakologi, hasil pengujian pada hewan percobaan diperoleh bahwa Kaempferiae rotundae Rhizoma menunjukkan aktivitas hepatoprotektor yang ditandai dengan menurunnya aktivitas GPT plasma dan GOT plasma terhadap hepatotoksik karbon tetraklorida.
Selain itu, pemberian Kaempferiae rotundae Rhizoma secara oral pada hewan percobaan mampu mencegah teijadinya kerusakan pada sel hati yang terlihat dari hasil pengamatan histopatologis sel hati dimana susunan hepatosit hati menunjukkan perbaikan, serta jumlah sel hati yang mengalami nekrosis mengalami perubahan mendekati normal.
Penyiapan dan dosis: Serbuk rimpang Kaempferia rotunda rhizoma sebanyak 7 gram, diseduh dengan satu gelas air matang, disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali pagi dan sore sama banyak. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Ketiga Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2007, Halaman: 56-58). Redaksi JamuDigital.Com









