![]() |
| Daun Katuk berkhasiat melancarkan ASI, juga memiliki kandungan senyawa tanin, saponin, flavonoid, kalsium, fosfor, vitamin A,B dan C. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Di Indonesia, tanaman Sauropus androgynous L. ini dikenal dengan sebutan Katuk. Daunnya biasa dikonsumsi dan diolah menjadi sayur, yang biasanya dikonsumsi ibu menyusui. Sebab, khasiat Daun Katuk yang paling terkenal adalah untuk melancarkan ASI.
Daun Katuk dibeberapa daerah dikenal dengan memata, simani, kebing, katukan, kerakur. Katuk merupakan tanaman perdu, tinggi mencapai 2-3 m. Cabang agak lunak dan terbagi. Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm.
Bunga tunggal atau berkelompok tiga berwarna merah gelap atau kuning dengan bercak merah gelap. Buah bertangkai panjang 1,25 cm. Daun Katuk memiliki banyak kandungan senyawa yaitu tanin, saponin, flavonoid, alkaloid, protein, kalsium, fosfor, vitamin A,B dan C sehingga berpotensi untuk digunakan untuk melancarkan ASI.
- Berita Terkait: Vaksinasi Ibu Menyusui, Jaga ASI dengan OMAI ASIMOR
- Berita Terkait: Khasiat Kelembak Turunkan Kolesterol
- Berita Terkait: Media Jamu, Nomor Satu
Secara uji praklinik, penelitian pada tikus membuktikan bahwa 631,6 mg ekstrak daun katuk memberikan efek sebagai laktagogum. Penelitian pengaruh pemberian Daun Katuk terhadap peningkatan produksi susu domba mendapatkan hasil bahwa ekstrak daun katuk 20% yang diberikan secara in vitro dapat meningkatkan produksi air susu > 20%.
Komposisi susu tidak berubah, terjadi peningkatan aktifitas metabolisme glukosa sebesar > 50%. Menurut uji klinik, penelitian pada manusia membuktikan efek laktagogum daun katuk pada dosis 900 mg/hari.
Suatu penelitian dilakukan mengetahui potensi Daun Katuk sebagai laktagogum. Subyek penelitian yaitu ibu menyusui dibagi menjadi 2 yaitu kelompok yang diberi ekstrak Daun Katuk 3 x 300 mg/hari dan kelompok plasebo selama 15 hari. Hasil penelitian menemukan peningkatan produksi ASI secara bermakna sebesar 50,7% pada kelompok ekstrak daun katuk dibandingkan dengan plasebo.
Dosis: 3 x 1 kapsul (300 mg ekstrak)/hari. (Sumber: Formularium Obat Herbal Asli Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Halaman 218-219). Redaksi JamuDigital.Com








