![]() |
| Ciplukan merupakan tanaman perdu yang memiliki khasiat suportif obati kanker. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Di Indonesia, pastilah banyak yang mengenal tanaman semak bernama Ciplukan. Tanaman liar yang dahulu kerap diabaikan namun kini telah naik kasta karena kelangkaan dan khasiatnya. Salah satunya sebagai suportif obati kanker.
Ciplukan (Physalis minima L) dibeberapa daerah dikenal dengan letup-letup, leletup, ubat pekong, daun kopo-kopi, daun loto-loto, leletop, cecendet, cicendet, ciplukan dan ceplokan.
Ciplukan merupakan perdu yang rendah. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis.
- Berita Terkait: Salep Luka Bakar dari Tanaman Ciplukan
- Berita Terkait: Bisnis Jamu Tingkatkan Kesejahteraan
- Berita Terkait: Format Era Jamu 4.0
Buah Ciplukan yang muda dilindungi kerudung penutup buah. Daun tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, diatas berpasangan, helaian daun, berbentuk bulat telur, bulat memanjang, lanset dan ujung runcing, ujung tidak sama, runcing tumpul, bertepi rata atau bergelombang.
Ciplukan memiliki kandungan kimia fisalin B, fisalin D, fisalin F, withangulatin A, asam palmitat, asam stearat, flavonoid (luteolin), saponin, alkaloid. Buah Ciplukan matang, mengandung vitamin C 24,5 mg; gula 6 %; protein 7 % per 100 ml jus.
Menurut uji praklinik studi bagian P. minima (batang dan buah) untuk memebuktikan efek anti-neoplastik memberi hasil nilai inhibisi paling bermakna dari buah yaitu 97% untuk limfoma pada mencit; 93% untuk carcinoma Erlich bila diuji dengan MGTS-1-2ai dan MGTS-1-1ai.
Dosis dan Cara Pembuatan: 2 x 1 tea bag (4 g serbuk)/hari, seduh dalam 1 cangkir air. (Sumber: Formularium Obat Herbal Asli Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Halaman 105-107). Redaksi JamuDigital.Com








