Farmasi UGM Kembangkan Jamu Goes to Campus Dukung Jamu Goes to UNESCO
Tanggal Posting : Selasa, 15 Februari 2022 | 09:05
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2549 Kali
Farmasi UGM Kembangkan Jamu Goes to Campus Dukung Jamu Goes to UNESCO
Sebagai bentuk dukungan agar Jamu makin eksis dan mendunia, Farmasi UGM akan mengembangkan Jamu Goes to Campus. Ini juga bentuk dukungan Jamu Goes to UNESCO.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Satibi, M.Si., Apt menjelaskan program Jamu goes to UNESCO, akan memiliki banyak added value bagi produk Jamu dan masyarakat Indonesia.

"Fakultas Farmasi UGM untuk mendukung program tersebut, kami sudah menginisiasi dan  mengupayakan Jamu Goes to Campus, yang sekarang dalam proses pembuatan café Jamu di Fakultas Farmasi UGM bekerjasama dengan PT Acaraki (Sinde)," ujar Prof. Satibi kepada Redaksi JamuDigital.Com, Selasa pagi, 15 Februari 2022.

Insya Allah bulan April 2022 ini sudah akan beroperasi, lanjut Prof. Satibi, dengan mengangkat local wisdom dalam hal ini Jamu, ke arah internasional, dalam bentuk Jamu Goes to UNESCO, harapan kami Jamu sebagai budaya asli Indonesia dapat diakui secara internasional.

Hal ini akan mengangkat brand Jamu secara global, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk lainya seperti obat herbal dari China, Korea dan negara lainnya.

Prof. Satibi menambahkan Jamu adalah produk dan budaya asli bangsa Indonesia yang secara empirik telah digunakan sudah sangat lama oleh nenek moyang kita dari generasi ke generasi.

Jamu ini juga telah dikaji berbasis emprik dan evidence base dari banyak penelitian termasuk saintikiasi jamu, sehingga jamu ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan juga penyembuhan.

Banyak dampak yang diperoleh dari Jamu Goes to UNESCO, selain brand jamu yang mendunia, akan berdampak pada perekonomian industri jamu. Industri jamu dinilai mampu membawa dampak yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia mulai dari sektor hulu (pertanian) bahan baku jamu hingga sektor hilir yang meliputi distribusi, logistik, perindustrian dan perdagangan. 

Membudayakan Jamu untuk dikonsumsi sebagai upaya untuk hidup sehat dalam masyarakat Indonesia yang diakui UNESCO, akan memiliki added value yang lebih bagi bangsa dan masyarakat Indonesia, Prof. Satibi mengakhiri wawancaraa tertulisnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: