Diseminasi Penelitian Bahan Baku Obat
Tanggal Posting : Kamis, 2 Juli 2020 | 05:56
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 275 Kali
Diseminasi Penelitian Bahan Baku Obat
Akhmad Saikhu, Kepala B2P2TOOT Kementerian Kesehatan RI. dan Tim pada webinar Penelitian Bahan Baku Obat, Rabu, 1 Juli 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. B2P2TOOT Kementerian Kesehatan RI.mengadakan webinar Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, EDISI 3: BAHAN BAKU OBAT, pada Rabu, 1 Juli 2020.

Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Sugianto, SKM, MSc.PH. memberikan arahan tentang potensi yang besar dari keanekaragaman hayati Indonesia yang dapat dijadikan sumber bahan baku obat.

Akhmad Saikhu, Kepala B2P2TOOT Kementerian Kesehatan RI. menjelaskankan bahwa webinar ini diikuti oleh 420 peserta, yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Lintas Kementerian dan lembaga, Dinas intansi pemerintah daerah baik propinsi, kabupaten dan kota, perguruan tinggi, industri, GP Jamu, organisasi profesi, para dokter Saintifikasi Jamu dan media serta masyarakat umum lainnya.

"Tujuan dari Webinar ini adalah menyampaikan hasil penelitian tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat kepada para stakeholders dan mitra kerja terkait meliputi unsur ABGCM," katanya.

Kedua, lanjut Akhmad Saikhu, kegiatan ini adalah bagian dari kewajiban para peneliti untuk menyampaikan laporan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2019.  Sebanyak 12 judul penelitian tahun 2019 telah dan akan didiseminasikan dalam 4 edisi.

Edisi 1: Uji Klinik Jamu, edisi 2: Tanaman Obat,  edisi 3 tentang bahan baku oabt dan edisi ke 4: Uji Pra-klinik dan formulasi. Kegiatan Webinar ini, dilaksanakan dalam 4 edisi sesuai dengan pembagian kelompok penelitian (Kelti) di B2P2TOOT.

Peneliti yang mempresentasikan hasil risetnya, yaitu:

  • Dr. Yuli Widiyastuti, MP.:  "Pengembangan Johar sebagai Obat Antimalaria"
  • Ika Yanti MS, S.Farm, Apt.: "Pengembangan Obat Antikanker dari Ramuan Tradisional Indonesia"
  • Mery Budiarti Supriadi, MSi.: "Pengembangan Obat Antimalaria dari Ramuan Tradisional Indonesia"

Menurut Akhmad Saikhu, tentang bahan baku obat, terutama bahan baku obat tradisional, sampai saat ini memang masih cukup memprihatinkan karena tingginya ketergantungan bahan baku obat dari luar negeri. Hal ini dikarenakan adanya kendala-kendala, antara lain terbatasnya pemanfaatan sumber daya alam terutama dari tumbuhan, SDM dengan keahlian dan ketrampilan yang masih kurang, minimnya infrastruktur penelitian yang diperlukan.

Berita Terkait: Diseminasi Hasil Penelitian Tanaman Obat Edisi 2 

Namun demikian, lanjut dia, beberapa tahun ini sudah banyak terobosan program pemerintah dan dukungan yang cukup signifikan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Dengan dikeluarkannya Inpres nomer 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, dan Permenkes RI. nomor 17 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, semakin menguatkan arah dan semangat berkolaborasi untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat.

"Kemandirian bahan baku obat merupakan salah satu pilar dari ketahanan bangsa, sejajar dengan ketahanan pangan yang ingin kita wujudkan bersama. Kondisi ini memberikan peluang dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan untuk menggali potensi tanaman obat yang banyak tumbuh di bumi Indonesia, kekayaan biodiversitas nusantara, sebagai bahan baku obat," tegasnya.

Tiga penelitian yang hasilnya akan dipaparkan ini, merupakan jawaban dan sambutan atas peluang sekaligus tantangan untuk mewujudkan kemandirian bahan baku obat. Masih dibutuhkan langkah-langkah ke depan yang masih cukup panjang.

Kesimpulan dan rekomendasi hasil penelitian ini, kiranya dapat dimanfaatkan, bagi perguruan tinggi dapat melaksanakan penelitian bersama yang lebih advance, dengan industri dapat ditangkap dalam hilirisasi produk, dengan pemerintah daerah dapat dipergunakan dalam rancangan program strategis, serta bagi pihak-pihak lain yang melihat ini sebagai peluang untuk bersama-sama mewujudkan mimpi ketersediaan bahan baku obat secara mandiri.

Pelaksanaan Diseminasi ini, dilaksanakan secara online sebagai bagian dari New Normal merespon kejadian pandemik COVID-19, dimana kita semua diminta menjalankan protokol penanggulangan dan pencegahan penularan COVID-19, dengan menjaga jarak dan melaksanakan komunikasi masal secara daring. 

Semoga kita semua tetap diberikan kesehatan dan keselamatan dari pandemi COVID-19, dan mudah-mudahan pandemi yang melanda bangsa dan negara Indonesia ini segera berakhir, demikian dipaparkan Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: