Daun Sintrong Atasi Hipertensi
Tanggal Posting : Rabu, 27 Januari 2021 | 10:32
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 261 Kali
Daun Sintrong Atasi Hipertensi
Daun sintrong memiliki kandungan polifenol, saponin, flavonoid dan minyak atsiri.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Bagi sebagian masyarakat, khususnya orang Sunda, pasti sudah mengenal daun sintrong. Pasalnya daun ini kerap dijadikan lalapan untuk makan sehari-hari menemani sambal dan lauk lainnya.  Tanaman yang semula dianggap rumput liar ini memiliki rasa yang segar mirip daun mint.

Selain enak dimakan, ternyata daun sintrong juga sehat. Pasalnya daun yang bernama latin Crassocephalum crepidioides ini kaya akan kandungan senyawa dan nutrisi yang berguna untuk menunjang kesehatan. Selain itu kandungan senyawa tersebut mampu mengatasi berbagai penyakit. Itulah sebabnya daun sintrong juga kerap dijadikan obat tradisional atau herbal.

Daun sintrong banyak tumbuh di berbagai daerah di tanah air. Itulah sebabnya tanaman ini mempunyai beragam nama, seperti jambrong, balastrong, tespong, sawi rusa, jebung dan lainnya. Sintrong memiliki tekstur empuk, dan batangnya yang lunak. Aromanya yang segar dan rasanya yang cenderung netral membuat semua orang menyukai daun sintrong.

Berita Terkait: Khasiat Alamanda Obati Maag
Berita Terkait: OMAI HerbaVOMITZ Redakan Kembung dan Mual


Di balik rasanya yang segar dan enak, terkandung berbagai nutrisi dan senyawa yang berguna untuk kesehatan. Kandungan nutrisi tersebut antara lain, polifenol, saponin, flavonoid dan minyak astiri. Daun sintrong juga kaya akan kandungan antioksidan yang berguna mencegah tubuh dari efek negatif radikal bebas penyebab penyakit kronis.

Itulah sebabnya daun sintrong sangat baik dikonsumsi guna mengobati hipertensi. Antioksidan dalam dalam daun sintron akan menetralisis radikal bebas dan mencegah kersusakan sel.  Rutin mengonsumsi daun sintrong diyakini mampu menstabilkan tekanan darah.

Cara Penggunaan dan Aturan Pakai
Rebus herba hingga segar (15 - 30 gram), lalu diminum 3 kali sehari, perebusan dilakukan setiap akan meminum ramuan tersebut. (Sumber: Buku Tumbuhan Obat Halimun, Kelompok masyarakat Desa Simasari Yayasan Peduli Konservasi Alam Indonesia, tahun: 2008, halaman 9). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: