Bupati Karanganyar Kunjungi Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung
Tanggal Posting : Minggu, 29 November 2020 | 07:21
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 205 Kali
Bupati Karanganyar Kunjungi Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung
Bupati Tegal Umi Azizah memberikan cenderamata kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono di Ruang Rapat Nusantara, Gedung Amartha, Selasa, 24 November 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama wakilnya, Rober Christanto, kunjungi Objek Wisata Kesehatan Jamu (WKJ) Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) Kalibakung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Namun sebelumnya, kedatangan rombongan studi banding dan pembelajaran dari Karanganyar ini diterima Bupati Tegal Umi Azizah di Ruang Rapat Nusantara, Gedung Amartha, Setda Kabupaten Tegal, Selasa, 24 November 2020.

Umi pun menyambut baik kehadiran Bupati Karanganyar yang di wilayahnya terdapat Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus miliki Kementerian Kesehatan RI. Umi mengatakan, melalui kunjungan studi tersebut pihaknya bisa saling belajar, bertukar pengalaman mengembangkan jamu.

Sebetulnya, klinik saintifikasi jamu di Tawangmangu adalah guru bagi kami. Bahkan sampai sekarang, untuk bahan bakunya pun sebagian masih kami datangkan dari Karanganyar.

"Tentunya, dengan lebih banyak pengalaman ini, Pemkab Karanganyar punya kiat tersendiri untuk menumbuhkan minat petani lokal membudidayakan tanaman jamu sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan menjaga kearifan lokal hingga mendorong perizinan edar obat tradisional UMKM melalui Badan POM," kata Umi.

Konsep ramuan jamu di Indonesia masih terbatas pada warisan nenek moyang yang turun temurun. Hal ini berbeda dengan ramuan jamu di Tiongkok yang menurutnya selain warisan leluhur, juga sudah punya bukti ilmiah tertulis tentang resep jamunya yang teruji melalui proses selama ribuan tahun.

Untuk itu, Umi berharap, melalui klinik saintifikasi jamu ini pola penelitian jamu berbasis ilmiah bisa lebih ditingkatkan intensitas dan kualitasnya.

Dengan demikan, jamu di Indonesia tidak hanya berhenti sebatas warisan budaya dan aset nasional, tapi bisa berkembang menjadi komoditi kesehatan dan sumber perekonomian bagi masyarakat, terutama petani bahan jamu dan UMKM obat tradisional.

Berita Terkait: Badan POM Tekankan Mutu Obat Tradisional

Berita Terkait: OMAI STIMUNO Sirup, Tingkatkan Imun Anak Saat COVID-19

Umi pun menuturkan jika tingkat kunjungan warga ke WKJ Kalibakung terus meningkat. Saya melihat tren konsumsi obat herbal semakin meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat dan khasiatnya di tengah pandemi Covid-19.

"Oleh karenanya, melalui WKJ Kalibakung ini, kami terus mendukung proses saintifikasi jamu dengan membuat simplisia, produk tanaman obat sebagai produk inovasi jamu dan penguatan branding jamu seduhan, pembuatan produk tanaman obat, pesanan penelitian dan bibit tanaman obat keluarga serta tentunya wisata edukasi kesehatan jamu," ujarnya.

Sementara itu, Juliyatmono menyampaikan apresiasinya akan kemajuan WKJ Kalibakung dalam mengolah tanaman obat sebagai bahan jamu, termasuk mendukung proses saintifikasi jamunya. Menurutnya setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing, sehingga pihaknya perlu belajar dengan keunggulan pengelolaan wisata kesehatan jamu di Kalibakung.

"Yang kami tahu, di WKJ Kalibakung ini punya racikan obat herbal tersendiri, disamping juga racikan minuman herbalnya yang sedap. Apalagi Kabupaten Tegal juga dikenal dengan rasa tehnya yang mantap karena banyak pabrik teh disini," katanya.

Juliyatmono pun berharap, melalui kunjungannya ini, jalinan kekerabatan antara Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Karanganyar semakin baik, memperkokoh positioning Jawa Tengah dalam upayanya memajukan kesehatan masyarakat, terlebih di masa pandemi seperti ini.

Mudah-mudahan, jalinan silaturahim terus langgeng, mendapatkan berkah dari Allah SWT. Untuk itu saya mengajak peserta studi banding ini untuk sama-sama belajar dari pengalaman Kabupaten Tegal.

"Semoga pula dari studi banding ini akan menghasilkan banyak ilmu yang bermanfaat dan bisa diterapkan di Karanganyar, terlebih di sini sudah ada pengolahan pasca panennya," tutupnya. (Sumber: http://setda.tegalkab.go.id/2020/11/24/bupati-karanganyar-tinjau-wisata-kesehatan-jamu-kalibakung/). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: