Badan POM Pastikan Regulasi Implementatif Dukung Obat Tradisional
Tanggal Posting : Kamis, 28 Januari 2021 | 05:31
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 623 Kali
Badan POM Pastikan Regulasi Implementatif Dukung Obat Tradisional
Badan POM memastikan adanya kebijakan yang efektif dan aplikatif di bidang obat dan makanan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Badan POM terus memberikan dukungan dalam upaya pengembangan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik melalui standar- regulasi yang efektif, efisien dan implementatif.

Pada tahun 2021 ini, ditargetkan ada sebanyak tujuh standar yang akan disiapkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Untuk itu, masukan dan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan- para stakeholders sangat diharapkan.

Demikian antara lain, point penting pada "BRAINSTORMING Rencana Penyusunan Regulasi di Bidang Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Tahun 2021" yang diadakan oleh Badan POM secara virtual pada Rabu, 27 Januari 2021.

Opening speak disampaikan oleh Dra. Reri Indriani, Apt, M.Si., Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM, dan sebagai speaker adalah Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D., Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM.

Reri Indriani dalam sambutannya menjelaskan bahwa tupoksi BPOM terkait penyusunan kebijakan adalah: Penyusunan kebijakan nasional di bidang Pengawasan Obat dan Makanan;  Penyusunan dan penetapan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang Pengawasan sebelum beredar dan Pengawasan selama beredar.

Badan POM memastikan adanya kebijakan yang efektif dan aplikatif di bidang obat dan makanan. Dalam Rencana Strategis Badan POM Tahun 2020-2024, lanjut Reri Indriani bahwa Indikator Peningkatan Kualitas Kebijakan diukur dengan Instrumen Penilaian Indeks Kualitas Kebijakan (IKK).

"Regulasi tidak over lapping atau tumpang tindih, lebih aplikatif dalam jangka waktu yang lama. Salah satu aspek dalam penyusunan regulasi berdasarkan IKK, yaitu: Konsultasi publik terhadap isu dan assesment yang dilakukan," ungkap Reri Indriani sebagaimana tertuang dalam materi yang diterima Redaksi JamuDigital.Com.

Target peserta kegiatan ini adalah pemangku kepentingan yang terkait. Tujuannya agar peraturan yang disusun harus tepat guna, bermanfaat dan dapat diterapkan oleh semua pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha.

Brainstorming ini untuk menjaring masukan dari stakeholders terkait peraturan-peraturan yang akan disusun oleh Badan POM, dan Memastikan bahwa penyusunan peraturan di Kedeputian 2 tetap mengacu pada kaidah-kaidah IKK, urai Reri Indriani lebih lanjiut.

Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D. ketika dihubungi Redaksi JamuDigital.Com usai acara ini, menjelaskan bahwa pada prinsipnya, tujuan pertemuan ini adalah sebagai media informasi dan diskusi antara Badan POM dengan Asosiasi dan Pelaku Usaha di bidang obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik untuk melaporkan status standar dan regulasi yang sedang berproses.

"Serta mengumpulkan masukan terkait kebutuhan standar dan regulasi oleh pelaku usaha agar dapat disusun oleh Badan POM tahun 2021," ungkap  Tepy Usia.

Pertemuan ini, Tepy Usia menambahkan- juga sebagai media untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara Badan POM dengan stakeholders untuk meningkatkan pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik melalui standar dan regulasi yang efektif, efisien serta implementatif.

Pada kesempatan ini, Tepy Usia memaparkan sejumlah regulasi yang sedang berproses sesuai mekanisme yang ada, dan sejumlah regulasi yang sedang ditindak-lanjuti, sehingga perlu dilakukan Konsultasi Publik.

Dihadiri sekitar 450 peserta, momentum ini banyak usulan dan masukan dari para pelaku usaha yang dikemukakan, agar kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Badan POM dapat optimal memberikan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: