B2P2TOOT Adakan Diseminasi Formulasi dan Uji Praklinik Jamu
Tanggal Posting : Kamis, 9 Juli 2020 | 05:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 208 Kali
B2P2TOOT Adakan Diseminasi Formulasi dan Uji Praklinik Jamu
B2P2TOOT mengadakan webinar Diseminasi EDISI 4: FORMULASI dan UJI PRAKLINIK JAMU, pada Rabu, 8 Juli 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. B2P2TOOT Kementerian Kesehatan RI. mengadakan webinar Diseminasi Hasil Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Obat Dan Obat Tradisional, EDISI 4: FORMULASI &  UJI PRAKLINIK JAMU, pada Rabu, 8 Juli 2020.

Akhmad Saikhu, Kepala B2P2TOOT menjelaskan tujuan dari webinar ini adalah menyampaikan hasil penelitian tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat kepada para stakeholder dan mitra kerja terkait dalam formasi Penta helix, yaitu Akademisi, Pegiat Bisnis, Pemerintah, Komunitas dan Media Massa.

"Kegiatan ini merupakan proses yang berkesinambungan dari rangkaian proses kelitbangan, yaitu menyebarluaskan hasil penelitian untuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam koridor pembangunan Kesehatan di Indonesia," urainya saat menyampaikan laporan.

Pada tahun 2019 B2P2TOOT, lanjut Akhmad Saikhu, telah melaksanakan penelitian sebanyak 12 judul dan hasilnya didiseminasikan dalam 4 edisi. Edisi 1: Uji Klinik Jamu, edisi 2: Tanaman Obat, edisi 3 tentang bahan baku obat dan yang terakhir kali ini adalah edisi ke 4: Formulasi dan Uji Pra-klinik Jamu.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, dr. Slamet, MHP, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan Riset Badan Litbang Kesehatan, diselenggarakan guna menyediakan data, informasi dan inovasi yang mendukung kebijakan dan perencanaan kesehatan berbasis bukti.

"Tema-tema dan topik litbangkes diarahkan pada kebutuhan program melalui pendekatan Client Oriented Research Approach (CORA) melalui  riset-riset kebijakan (research of policy) ataupun riset-riset untuk memberikan data dukung bagi terbitnya suatu kebijakan (research for policy).  Client atau stakeholder pengguna hasil  Riset Badan Litbangkes, terbagi dalam 2 kelompok, yaitu  internal Kemenkes (Ditjen Kefarmasian & Alkes, Ditjen P2P, Ditjen Yankes, Ditjen Kesmas, BPPSDM, Itjen), dan eksternal Kemenkes (Kementerian/Lembaga, Pemda, Perguruan Tinggi, dan industri)," jelasnya. 

Pada webinar ini ada dua Pembahas, yaitu:

  • Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kementerian Kesehatan RI., Ibu DR. Dr. Ina Rosalina, Sp.A.(K.) M.Kes., MH.Kes.,
  • Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Aziz Saifudin PhD., Apt.

Berita Terkait: Diseminasi Penelitian Bahan Baku Obat 

Ahkmad Saikhu menambahkan, hasil penelitian yang dipresentasikan ada tiga judul penelitian, yaitu:

  • "Khasiat dan Keamanan Jamu Penurun Gula Darah Hasil Ristoja" oleh Nuning Rahmawati.
  • "Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Andrografolida Sebagai Senyawa Penanda Ramuan Jamu Saintifik Diabetes Melitus dengan Metode KCKT" oleh Tyas Friska Dewi.
  • "Pengembangan Sediaan Kapsul Ramuan Jamu untuk Asam Urat dan Batu saluran Kemih" oleh Sofa Farida.

Uji Praklinik merupakan salah satu tahapan dalam proses pengembangan obat, yaitu dimulai dari aktiftas discovery, seleksi produk, uji preklinik, dan uji klinik fase I-III. Uji praklinik sendiri terdiri dari berbagai macam uji yaitu uji farmasetika, uji farmakologi dan uji toksikologi. Uji Preklinik juga memiliki peran dalam pengembangan obat herbal, sebut saja obat herbal terstandar dan fitofarmaka mempersyaratkan harus lolos dari uji preklinik ini.

Secara garis besar Uji farmasetik bertujuan untuk mengetahui stabilitas zat aktif, stabilitas fisik sediaan dan stabilitas kimia zat aktif, persyaratan farmasetik dan sifat zat tambahan. Uji farmakologi untuk mengetahui efek yang diinginkan dan atau efek yang tidak diinginkan (side effect) dan mekanisme kerjanya.

Sedangkan uji toksikologi untuk mengetahui respon toksisitas akut, subakut dan kronis, misalnya efek hepatoksik, teratogenic dan sebagainya. Secara detil akan disampaikan penerapan uji praklinik ini pada penelitian jamu penurun gula darah dari hasil Ristoja dan ramuan jamu saintifk Diabetes Melitus.

Teknologi formulasi sediaan sampai saat ini sudah sangat berkembang, seiring dengan perkembangan ilmu farmasi itu sendiri. Demikian juga dalam formulasi sedian jamu/herbal. Prinsip dasar dari formulasi sediaan adalah mengubah bentuk sediaan ke dalam bentuk yang bisa diterima oleh masyarakat, baik bentuk dan rasa tanpa mengurangi sedikitpun mutu dan khasiat sediaan dasarnya.

Titik krusial dalam formulasi ini pada kesetaraan dosis, keseragaman bobot, waktu hancur dan proses dilusi. Hal ini akan dipaparkan hasil penelitian Sediaan Kapsul Ramuan Jamu untuk Asam Urat dan Batu saluran Kemih, demikian Akhmad Saikhu menguraikan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: