Fasilitasi Kemenkes: Pengembangan dan Kemandirian BBOT
Tanggal Posting : Senin, 14 Desember 2020 | 15:11
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 333 Kali
Fasilitasi Kemenkes: Pengembangan dan Kemandirian BBOT
Sosialisasi Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu, dan Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Keluarga di Bali, 11 Desember 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kementerian Kesehatan RI. telah melakukan sejumlah program berupa fasilitasi pengembangan dan kemandirian BBOT (Bahan Baku Obat Tradisional) disejumlah daerah. Saat ini sudah dilakukan di 19 daerah.

Demikian disampaikan oleh Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. pada acara "Sosialisasi Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu, dan Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Keluarga" di Karangasem, Bali, 11 Desember 2020.

Mempresentasikan makalah berjudul: "Peran Kementerian Kesehatan dalam Pengembangan Usaha di Bidang Obat Tradisional," Agusdini Banun Saptaningsih menjelaskan bahwa Fasilitasi Peralatan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) dan Laboratorium. Fasilitasi Peralatan Pusat Ekstrak Daerah (PED) dengan tujuan :

  • Penyediaan BBOT (simplisia atau ekstrak) yang berkualitas dan memenuhi standard
  • Meningkatkan nilai ekonomi tanaman obat yang berpotensi di kembangkan di daerah
  • Menjadi pusat pembelajaran pengolahan pasca panen tanaman obat di daerah

Fasilitasi P4TO hingga saat ini telah dilakukan terhadap 19 daerah, dimana tiap daerah memiliki potensi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kami berharap masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri dan pemanfaatan fasilitasi P4TO ini dapat dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal tiap daerah.

Skema produksi pada fasililtas P4TO untuk mendapatkan BBOT terstandard adalah sebagai berikut:

  • Sortasi basah: bahan baku basah yang diterima dari petani atau pembelian lainnya dilakukan sortasi untuk memilih bahan baku yang sesuai kriteria
  • Pencucian: setelah dilakukan sortasi basah, bahan baku kemudian dicuci bersih dengan air mengalir untuk memisahkan dari kotoran yang berupa tanah maupun lainnya.
  • Perajangan: setelah dicuci bersih, bahan baku dirajang untuk menjadi irisan-irisan
  • Pengeringan: irisan bahan baku kemudian dikeringkan di pengering hybrid atau oven agar kandungan air dibawah 10% dan menjadi simplisia
  • Sortasi Kering: simplisia disortasi kembali untuk dipilih simplisia yang sesuai standard
  • Pengemasan: hasil sortasi kering kemudian dilakukan pengemasan
  • Penyimpanan: penyimpanan dilakukan di ruang penyimpanan dengan kondisi yang terjaga

Setiap tahap produksi dilakukan pengecekan dan uji sesuai standard.

Berita Terkait: Direktur Yankestrad Resmikan Griya Sehat di Kendal 

Berita Terkait: Kementerian Kesehatan Mendukung OMAI, Sektor Hulu dan Hilir 

Kemkes di Bali

Potensi kerja sama yang dapat dilakukan oleh fasilitas P4TO:

  • Akademik: bekerjasama dengan institusi pendidikan dan penelitian dalam hal penelitian maupun kegiatan akademik lainnya terkait pengolahan pasca panen
  • Bisnis: bekerjasama dengan industri dan usaha bidang obat tradisional dalam penyediakan bahan baku obat tradisional yang terstandard
  • Pemerintah: bekerjasama dengan kementerian dan lembaga dalam program saintifikasi jamu maupun penyediaan plasma nutfah/bahan baku

Beberapa contoh produk inovasi hasil produksi fasilitas P4TO, diantaranya P4TO Karangasem Bali, Materia Medica Batu (P4TO Malang) dan PSPJ (P4TO Kota Pekalongan).

Produk berupa lulur herbal, masker herbal, sabun herbal, minyak, jamu segar, jamu racikan, es krim herbal, kopi, cuka apel, dan lain-lain.

Pembinaan dalam rangka tersedianya Jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat kepada pelaku usaha Jamu gendong dan usaha Jamu racikan dari tahun 2015-2019 telah dilakukan kepada sebanyak: 9.409 pelaku UJG-UJR dan 12.375 masyarakat di 90 Kab/Kota.

Salah satu UJG yang dibina adalah Paguyuban Laskar Jamu Gendong Indonesia. Pembinaan dilakukan dengan penguatan pelaku usaha jamu dan peningkatan kepatuhan terhadap peraturan dan cara pembuatan jamu yang baik dan benar.

Materi lain yang disampaikan adalah "Penggunaan Jamu yang Aman, Bermutu  dan Bermanfaat, serta Penerapan Protokol Kesehatan untuk Pencegahan COVID-19" oleh Tim Kemkes dan "Peran P4TO Bali dalam rangka Penjaminan Mutu Produksi BBOT" oleh apt., Dr.rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si, Farmasi-FMIPA-Udayana, Kelompok Ahli Pembangunan PemProv Bali (2018-2023). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: