![]() |
| Manfaat Tanaman Sidaguri (Sida rhombifolia L). Foto: www.viva.co.id |
JamuDigital.Com. Sidaguri adalah tumbuhan liar di tepi jalan, halaman berumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat.
Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1-1,5 cm.
Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8-10 kendaga, diameter 6-7 mm.
Sidagori memiliki sifat khas manis dan mendinginkan. Kandungan utama tanaman adalah tanin, flavonoid, saponin, alkaloid dan glikosida. Di samping itu juga ditemui kalsium oksalat, fenol, steroid, efedrine dan asam amino.
Kadar kimia zat tersebut ditemui pada kisaran yang berbeda-beda pada jaringan tanaman. Pada akar ditemui alkaloid, steroid dan efedrin. Pada daun ditemui juga alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino dan minyak atsiri, pada batang ditemui kalsium oksalat dan tanin.
Ekstrak gabungan sidaguri dengan seledri dapat digunakan sebagai antigout dengan mekanisme menghambat aktivitas enzim xantin oksidase. Ekstrak etanol daun Sida rhombifolia menunjukkan aktivitas anti-inflamasi.
Edema yang diinduksi dengan menyuntikkan karagenan mengalami penurunan pada perlakuan pemberian ekstrak (400 mg / kg BB) secara oral dibandingkan dengan kelompok kontrol (p <0,05).
Hasil ini mendukung penggunaan ekstrak etanol daun S. rhombifolia dalam mengurangi peradangan.
Flavonoids dari ekstrak Sidaguri invitro menghambat aktivitas xanthine oxidase (XO) sampai 55% sehingga mempunyai efek antigout dan efek inhibisinya 48-71% (100-800 mg/L).
Studi kinetic mendapatkan inhibisi flavonoids adalah inhibisi kompetitif dengan afinitas (α) 2.32 dan p < 0.01. Fraksionasi menghasilkan 11 fraksi dengan aktivitas paling tinggi pada fraksi 4 yaitu 79%.
Analisis GC-MS dari fraksi 4 menunjukkan ada 39 senyawa organik dan fragmen flavonoid. Proses penyajian: 2 x 1 sachet (15 g serbuk)/hari, rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. (Sumber: Buku "Formularium Obat Herbal Asli Indonesia Kemenkes", hal. 58). Redaksi JamuDigital.com.








