![]() |
| Luhut B. Pandjaitan mengapreasiasi BPPT, mempercepat pembangunan TSTH2 Pollung sebagai ikon riset dn inovasi tanaman obat dan horikultura. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura Pollung akan dikembangkan menjadi pusat riset dan inovasi tanaman obat dan hortikultura kelas dunia dengan konsep Kawasan Sain dan Teknologi (KST/STP), namun tetap memperhatikan unsur-unsur pelestarian lingkungan hutan.
Sebagai bangsa yang dianugerahi sumberdaya alam yang melimpah, utamanya sumberdaya tanaman, sudah saatnya upaya-upaya pemanfaatan dan inovasi potensi komparatif menjadi produk-produk kompetitif terus dimaksimalkan.
BPPT mendapatkan tugas khusus dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi untuk merancang dan mendisain suatu kawasan riset dan inovasi tanaman obat serta tanaman pangan di Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumatera Utara yang mempunyai lahan dan potensi tanaman bermanfaat obat juga tanaman hortikultura yang sangat tinggi.
Penyiapan pusat riset ini juga sebagai bagian dari penguatan program prioritas nasional pengembangan lumbung pangan atau food estate nasional di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan dengan konsep green building memiliki unsur nuansa lokal. Pembangunan tahap satu dan dua merupakan satu kesatuan yang akan dilaksanakan melalui satu proses lelang proyek konstruksi oleh Kementerian PUPR dengan anggaran pembangunan yang dilaksanakan pada 2021-2023 oleh penyediaan jasa profesional katanya saat Rapat Koordinasi Penyerahan Detail Engineering Desain (DED) dan Pembahasan Pembangunan Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH), di Jakarta pada 2 Agustus 2021.
Lebih lanjut, Luhut berpesan kepada Kementerian PUPR untuk dapat segera menyampaikan percepatan proses lelang sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga berpesan kepada BPPT untuk dapat segera menyelesaikan dokumen Amdal untuk persetujuan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta menyusun rencana pembangunan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) agar bisa segera dilaksanakan dan menjadi ikon riset center yang berkelas.
- Berita Terkait: Pusat Riset Hayati dan Bioteknologi BRIN, Realisasikan Kedaulatan Obat-Obatan di Indonesia
- Berita Terkait: Kemendag Optimis Ekspor Produk Herbal Ke Nigeria Makin Meroket
- Berita Terkait: Sains Islam Tumbuhan Obat dalam AlQuran

Dikesempatan yang sama, Kepala BPPT, Hammam Riza menyampaikan terkait dengan penyerahan dokumen perencanaan pembangunan teknologi diawali pengembangannya pada Desember tahun 2020. Adapun tujuannya adalah untuk pengembangan kognitif yang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional dan menggunakan teknologi modern yang akan diintegrasikan dengan percontohan praktek pertanian modern dan teknologi verbal dan waktu, pungkasnya sebagaimana publikasi dari Humas BPPT.
Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura Pollung akan dikembangkan menjadi pusat riset dan inovasi tanaman obat dan hortikultura kelas dunia dengan konsep Kawasan Sain dan Teknologi (KST/STP) namun tetap memperhatikan unsur-unsur pelestarian lingkungan hutan.
Pada penyerahan kali ini BPPT memberikan beberapa dokumen antara lain konsep dasar kawasan TSTH2, site plan, studi kelayakan, master plan, hingga rencana aksi kedepan. Kepala BPPT mengatakan dokumen ini merupakan hasil kerja keras para perekayasa BPPT.
Luhut B. Pandjaitan mengapreasiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh tim BPPT selama 6 bulan. Semoga ini akan mempercepat pembangunan TSTH2 Pollung sebagai ikon riset dan inovasi tanaman obat dan horikultura. Redaksi JamuDigital.Com








