Pesan Menkes dan Kepala Badan POM Pada Munas GP Jamu 2020
Tanggal Posting : Jumat, 21 Februari 2020 | 03:48
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 829 Kali
Pesan Menkes dan Kepala Badan POM Pada Munas GP Jamu 2020
Minum Jamu Bersama pada Pembukaan Munas GP. Jamu VIII Tahun 2020, pada 20 Februari 2020 di Jakarta.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Musyawarah Nasional (Munas) GP. Jamu VIII Tahun 2020 dengan tema: Menjadikan Jamu sebagai Pilihan Utama untuk Menyehatkan Bangsa diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kerjasama antara kalangan Academic, Business, Government dan Community.

Demikian pesan Menteri Kesehatan RI., Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) pada sambutan tertulisnya pada Buku Panduan Munas GP. Jamu VIII yang dilaksanakan pada 20-21 Februari 2020 di Jakarta.

Sedangkan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito yang hadir dan membuka Munas GP. Jamu VIII ini, berpesan bahwa pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan nasional di Indonesia perlu diintegrasikan, agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal pengobatan tradisional dan ramuan pengobatan. "Perlu kebijakan pemanfaatan jamu pada sarana pelayanan kesehatan di Indonesia. Ini masih menjadi tantangan terbesar dalam inovasi obat herbal," ungkap Penny K. Lukito saat memberikan sambutan.

Sambutan lainnya disampaikan oleh: Direktur Jenderal Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian RI., Taufik Bawazier, dan Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. yang mewakili Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI., Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt, M.Biomed.

Dr. Terawan Agus Putranto mengharapkan melalui Munas GP. Jamu ini diharapkan industri dan usaha obat tradisonal di Indonesia dapat semakin bekerjasama dalam pengembangan, inovasi, dan promosi Jamu di Indonesia terutama untuk digunakan sebagai promotif dan preventif. Hal ini, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung terwujudnya Indonesia Sehat melalui Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu.

Menkes RI. menyebutkan bahwa biaya pelayanan kesehatan dalam JKN di tahun 2018 sebesar Rp. 94,29 Triliun. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menurunkan angka kesakitan dan menekan biaya pelayanan kesehatan.

Pemanfaatan ramuan tradisional sejak zaman dahulu merupakan tradisi budaya masyarakat Indonesia sebagai salah satu kearifan lokal (local wisdom). Jamu sebagai obat tradisional asli Indonesia memiliki potensi untuk digunakan sebagai upaya promotif dan preventif oleh keluarga.

Berita Terkait: Agenda Munas GP. JAMU VIII Tahun 2020

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito memaparkan dalam sambutannya bahwa tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang produk jamu terus berkembang. "Untuk menghasilkan produk yang aman, bermanfaat, dan bermutu diperlukan penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) di sarana produksi obat tradisional," ungkapnya.

Disebutkan bahwa di Indonesia, jumlah Industri Obat Tradisional (IOT) sebanyak 131. Sedangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 672. Banyaknya jumlah UMKM memerlukan dukungan pemerintah agar produk UMKM dapat bersaing di pasar global. Salah satu bentuk dukungan dari Badan POM terhadap UMKM adalah kebijakan bagi UMKM yang belum mampu menerapkan CPOTB secara penuh maka dapat menerapkan CPOTB secara bertahap.

Tidak hanya itu, Badan POM turut membentuk kebijakan lain yang mempermudah pengembangan industri Obat Tradisional yaitu persetujuan denah bangunan yang tidak diwajibkan namun harus sesuai prinsip CPOTB, pelayanan penerbitan rekomendasi denah dan konsultasi denah serta percepatan pelayanan publik terhadap izin edar obat tradisional.

Saat ini telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka yang menjadi salah satu upaya perwujudan kebijakan hilirisasi untuk mendukung akses dan ketersediaan obat nasional, hingga ke depannya akan berperan dalam Jaminan Kesehatan Nasional.

Pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan nasional di Indonesia perlu diintegrasikan, agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal pengobatan tradisional dan ramuan pengobatan. "Perlu kebijakan pemanfaatan jamu pada sarana pelayanan kesehatan di Indonesia. Ini masih menjadi tantangan terbesar dalam inovasi obat herbal," ujar Kepala Badan POM.

Kegiatan hari ke-2 Munas GP. Jamu VIII, yaitu tanggal 21 Februari 2020, akan dilanjutkan dengan Prosesi Pemilihan Ketua Umum GP. Jamu Periode 2019-2023, setelah kemarin- pada 20 Februari 2020, Laporan Pertanggung-Jawaban Ketua Umum GP. Jamu Periode 2015-2019, Dwi Ranny Pertiwi Zarman diterima pada Sidang Pleno.

Usai pemilihan Ketua Umum, agenda kegiatan peserta Munas GP. Jamu VIII akan dilanjutkan dengan berkunjung ke PT Indofarma di Cibitung. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: