Menkes Dukung Rumah Sakit Kembangkan Jamu
Tanggal Posting : Minggu, 29 Desember 2019 | 10:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 241 Kali
Menkes Dukung Rumah Sakit Kembangkan Jamu
Menkes RI., Terawan Agus Putranto ketika diwawancara oleh awak media, pada 21 Desember 2019 di Yogyakarta. Foto: www.mediaindonesia.com.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. PENGGUNAAN jamu dan terapi tradisional untuk pengobatan harus dimulai di rumah sakit agar masyarakat percaya.

"Tinggal pengemasan agar (obat tradisional) bisa menasional dan mendunia. Dengan rumah sakit mengemas pengobatan tradisional ini, kepercayaan masyarakat terhadap jamu-jamuan akan meningkat," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Yogyakarta, Sabtu, 21 Desember 2019.

Sehingga, masyarakat akan menggunakan obat-obatan tradisional yang ada di rumah sakit.

Menurut Terawan, pengobatan tradisional yang kita miliki sangat potensial, tetapi belum dikemas dengan baik. Yang menjadi tantangan pengembangan  pengobatan tradisional adalah sikap kita sendiri yang meremehkannya.

Padahal, orang asing banyak yang membuka spa dan memanfaatkan nama jamu dalam terapinya.

Ada dua rumah sakit yang dinilai baik dalam pengembangan pengobatan tradisional, yaitu RSUP Sardjito dan RSUP Sanglah.

Ia mendorong rumah sakit lain bisa mengembangkan pengobatan tradisional. "Dengan berkembangnya tradisional, ketahanan kesehatan nasional juga akan naik," kata dia.

Generasi milenial, lanjut dia, juga akan tertarik mengonsumsi jamu dengan kemasan yang menarik. Mereka cenderung mengonsumsi sesuatu yang mudah dimengerti, simpel, dan nyaman.

Ia mencontohkan, anak muda bisa ditantang untuk mengonsumsi kopi brotowali. Kopi brotowali pun dibuat sesuai tingkatan (grade) agar anak muda lebih tertantang.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menyatakan, ada dua potensi wisata untuk pengobatan tradisional, yaitu medical tourism dan witness tourism. Pilot project program itu di Yogyakarta dan Bali.

"Kami mengembangkan pengobatan tradisional sejak 2010, seperti akupuntur dan poly herbal. Welcome drink kami pun dari jamu," terang dia.

Dokter-dokter di RSUP Sardjito, kata dia, banyak yang mendedikasikan diri untuk memadukan ilmu barat dengan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang diberikan, mulai dari terapi saraf hingga jamu untuk penyakit dalam.

Terkait harga, kata dia, tergantung kandungan herbal yang ada dalam jamu tersebut. Namun, harga obat herbal rata-rata lebih murah dibanding dengan obat kimia. (Sumber berita: https://mediaindonesia.com/read/detail/279211-menkes-terawan-dorong-rumah-sakit-kembangkan-jamu). Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: