Mengupas Diangnosa Holistik Kesehatan Tradisional Indonesia
Tanggal Posting : Jumat, 20 September 2019 | 10:26
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 415 Kali
Mengupas Diangnosa Holistik Kesehatan Tradisional Indonesia
DR. Dr. Amarullah H. Siregar, DlHom. DNMed, MSc. MA, PhD. foto bersama dengan Founder Jamu Digital, Karyanto dan Ketua GP. Jamu Jawa Barat, Erna Setiyawati, SE., S.Ag.Kes.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Dalam pelayanan kesehatan tradisional yang bercirikan budaya dan kearifan lokal Indonesia, diperlukan Diagnosa Holistik untuk mengidentifikasi, menentukan dasar dan penyebab penyakit, kegawatan yang diperoleh dari alasan kedatangan, keluhan personal, riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,  penilaian personal kehidupan pasien dan keluarganya.

Demikian dijelaskan oleh DR. Dr. Amarullah H. Siregar, DlHom. DNMed, MSc. MA, PhD. pada acara "Seminar dan Workshop Jamu Preneurship 2019" yang dilaksanakan oleh KaDO (Kampoeng Djamoe Organik) Martha Tilaar Group, di Cikarang Selatan, Bekasi Jawa Barat, pada Kamis 19 September 2019.

Kegiatan ini dihadiri para dokter, farmasis, praktisi kesehatan tradisional, pengusaha Jamu dari berbagai wilayah di Indonesia sebanyak 170 orang.

DR. Dr. Amarullah H. Siregar mengawali presentasinya menjelaskan bahwa Pengobatan Holistik, asal katanya Holisme, akar katanya dari bahasa Yunani holos yang artinya semua, keseluruhan, total. Dalam bahasa Inggris "Holy" berarti sesuatu mengenai Ketuhanan, suci, keramat atau sakral, dan "wholly" berarti hal yang menyeluruh atau total.

Pengobatan holistik mencakup berbagai aspek, yaitu:

  • Aspek Fisik (perbaikan rasa sakit, kontrol gejala yang menyusahkan, menyajikan makanan bergizi, setelah analisis akhir dari kebutuhan individu).
  • Aspek Spiritual (kesempatan untuk memberi dan memaafkan, dorongan untuk mengakhiri pertengkaran dan berdamai, bersiap untuk berangkat dalam kerangka pikiran yang tenang dan damai)
  • Aspek Psikologis (konseling profesional untuk memberikan keselamatan dan keamanan, membantu menemukan kembali rasa harga diri)
  • Aspek Sosial (penerimaan sebagai bagian dari kelompok mendorong rasa memiliki, diperlakukan dengan bermartabat sebagai sesama manusia)

"Konsep dasar pengobatan tradisional Indonesia dilakukan dengan empat pendekatan," ungkap Amarullah H. Siregar. Keempat pendekatan itu, adalah:

  • Pendekatan Kosmologi. Pendekatan pengobatan yang dihasilkan antara perpaduan manusia dengan alam yang memberikan keseimbangan yang harmonis dan utuh.
  • Pendekatan Holistik. Pendekatan pengobatan yang dihasilkan antara manusia dengan pendekatan diri kepada tuhannya.
  • Pendekatan Kultural. Pendekatan pengobatan melalui budaya, gaya hidup dan perilaku hidup sehat.
  • Pendekatan Sibernatika.Pendekatan pengobatan yang berkolaborasi dengan komunikasi, kendali biologis dan Mekanistik yang menghasilkan kualitas dalam kehidupan.

Sedangkan landasan filosofinya meliputi: Holistic & Wholistic (Holism), Nature & Nurture, Disease & Dis-ease, Medicatrix Naturae. Holism terbagi menjadi tiga: Penanganan individual, Sistem bukan gejala, Holistic & Wholistic.

Amarullah H. Siregar juga menjelaskan prosedur diagnostik, penatalaksanaan diagnostik, Jamu untuk meningkatkan kualitas hidup, tujuan kesehatan untuk tahun 2020, kualitas hidup, faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup, dan karakter manusia.

Dalam buku Serat Centini juga dibahas tentang sisi perilaku dan watak manusia meliputi: kekuatiran, kecemasan, keingintahuan, kekuatan, mencinta dan menghamba. Dimensi kesehatan diantaranya:

  • Fisik, Mengukur bagaimana seseorang menjaga kebugaran dan kekuatan, dan perilaku yang membantu seseorang untuk mencegah atau mendeteksi penyakit dini.
  • Intelektual, Mengukur tingkat yang dilakukan seseorang dalam aktivitas mental yang kreatif dan merangsang.
  • Spiritual, Mengukur keterlibatan berkelanjutan seseorang dalam mencari makna dan tujuan dalam keberadaan manusia.
  • Sosial, Mengukur kontribusi individu terhadap kesejahteraan bersama masyarakat.
  • Pekerjaan, Mengukur kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan seseorang dan sejauh mana seseorang diperkaya oleh pekerjaan itu.
  • Emosional, Mengukur tingkat kesadaran dan penerimaan yang dimiliki perasaan seseorang.
  • Lingkungan, Mengukur keterlibatan yang menerima dampak yang kita miliki di dunia kita dan melakukan sesuatu tentangnya. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: