Mengenal Fraktur Colles, Fraktur Dengan Insiden Tertinggi Kedua
Tanggal Posting : Rabu, 30 Agustus 2023 | 15:27
Liputan : Redaksi JamuDigital.com - Dibaca : 1615 Kali
Mengenal Fraktur Colles, Fraktur Dengan Insiden Tertinggi Kedua
Rasio antara perempuan : laki- laki dari tingkat kejadian pada pasien fraktur colles adalah 3:1.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Fraktur Colles adalah suatu fraktur dengan kejadian tertinggi nomer 2 pada usia tua selain fraktur pada daerah panggul yang biasanya mengalami osteoporosis. Rasio antara perempuan : laki- laki dari tingkat kejadian pada pasien fraktur colles adalah 3:1.

Pada pasien wanita kejadian meningkat tajam dari usia diatas 50 tahun dan hampir dua kali lipat dengan setiap interval usia 10 tahun sampai usia 70 tahun dan mencapai puncaknya setelah usia 90 tahun.

Fraktur Colles ini juga sering terjadi pada anak diatas umur 5 tahun dan 60% terjadi pada daerah metafisis. Insiden puncak justru terjadi pada saat puncak pertumbuhan tulang anak karena merupakan titik tulang terlemah dimana terjadi disosiasi antara pemanjangan tulang dengan mineralisasi.

Selain itu pada anak-anak juga terdapat lempeng epifisis tersusun jaringan kartilago dengan struktur yang unik  yang lemah terhadap tekanan benturan.

Dalam artikel yang di tulis oleh dr. Sebastian Mihardja, Sp.OT, fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan oleh jenis dan luasnya. Kebanyakan fraktur disebabkan oleh trauma yang memberikan tekanan berlebih pada tulang, baik berupa trauma langsung maupun tidak langsung. Fraktur dapat terjadi pada tulang mana pun, termasuk fraktur Colles.

Fraktur Colles adalah salah satu dari macam fraktur yang biasa terjadi pada pergelangan tangan. Secara sederhana fraktur ini terjadi setelah adanya jatuh bertumpu pada tangan yang teregang.

Fraktur pada distal radius biasanya terjadi 3 sampai 4 cm dari permukaan sendi, Garis fraktur biasanya berada 2,5cm disebelah proksimal pergelangan tangan dan fragmen distalnya berpindah tempat ke posterior (deformitas menyerupai garpu "Dinner Fork Deformity" bila dilihat dari samping) dan ke radial sering kali disertai beberapa derajat pemendekan tulang akibat impaksi beberapa bagian komponen.

Dalam penanganan fraktur dapat dilakukan dengan penanganan konservatif, terdiri dari:

  1. Pertolongan pertama : rest, elevate, ice, segera bawa ke bagian gawat darurat, jangan menggerakkan tangan.
  2. Manajemen pada trauma tulang dan sendi: recognized, reposition, retain dan rehabilitation.

Operasi dapat dilakukan bila terdapat fraktur yang tidak stabil dengan pemasangan internal fiksasi (Pen/ Implant). Bila internal fiksasi dipasang dengan semestinya, maka akan dapat menahan fraktur dengan aman, sehingga gerakan dapat segera mungkin dimulai.

Terapi latihan diberikan untuk pemulihan serta bisa pula untuk pemulihan fungsional yang terganggu karena adanya nyeri dan bengkak dijaringan sekitar. Prinsip utama dari terapi latihan pasca fraktur adalah mengembalikan pasien tersebut dalam tingkat aktivitas normalnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: