Mahasiswa Farmasi UGM Melakukan Explorasi Tumbuhan Obat Untuk Diabetes Melitus
Tanggal Posting : Selasa, 19 Juli 2022 | 08:29
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 60 Kali
Mahasiswa Farmasi UGM Melakukan Explorasi Tumbuhan Obat Untuk Diabetes Melitus
Ratusan spesies tanaman yang digunakan masyarakat untuk penanganan diabetes melitus.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Adalah mahasiswa Farmasi UGM yaitu Fitriana Hayyu Arifah yang melakukan eksplorasi tentang studi eksplorasi tumbuhan obat Indonesia untuk penanganan penyakit diabetes melitus (DM) dari berbagai etnis.

Ini tentunya sebuah upaya untuk menggali potensi potensi-potensi sumber daya alam Indonesia sebagai sumber bahan baku obat alami.

Temuan ini, perlu ditinjaklanjuti untuk dapat dilakukan hilirisasi, sehingga semakin banyak produk obat herbal dalam alam Indonesia yang diriset secara ilmiah.

Berikut ini artikel berjudul "Menakar Keanekaragaman Tumbuhan Obat Indonesia pada Penanganan Diabetes Melitus," yang dikutip dari laman web Farmasi UGM.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragam hayati, etnis, dan kebudayaan. Potensi dapat dimanfaatkan untuk bidang kefarmasian, salah satunya tumbuhan obat.

Eksplorasi tumbuhan diawali dengan adanya informasi dari masyarakat terutama masyarakat lokal. Informasi ini berasal dari survei etnofarmakologi. Saat ini bidang keilmuan etnofarmakologi menarik untuk dieksplorasi.

Etnofarmakologi ini merupakan ilmu interdisipliner yang mengaplikasikan ilmu sains dan sosio-kultural untuk mengeksplorasi agen tradisional yang aktif secara biologis.

Ilmu sains yang terkait etnofarmakologi antara lain farmakologi, fitokimia, dan botani, sedangkan ilmu sosio-kultural antara lain etnologi, etnomedisin, dan antropologi.

Tingginya peluang emas pengembangan kekayaan tumbuhan obat Indonesia dan banyaknya informasi etnofarmakologi yang sudah dikembangkan, memicu keinginan mahasiswa Farmasi UGM yaitu Fitriana Hayyu Arifah untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang studi eksplorasi tumbuhan obat Indonesia untuk penanganan penyakit diabetes melitus (DM) dari berbagai etnis.

Fitriana Hayyu yang didampingi oleh tiga pembimbingnya yaitu Prof. Agung Endro Nugroho (UGM), Prof. Abdul Rohman (UGM), dan Dr. Wawan Sujarwo (BRIN) ini mengeksplorasi dari jurnal ilmiah yang dapat diakses online, buku kuno (Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang), laporan survei pemerintah, dan tugas akhir S1/S3/S3 dari Fakultas Farmasi, Fakultas Biologi, dan Fakultas Ilmu Budaya.

Berdasarkan hasil riset ini didapatkan banyak ramuan tumbuhan obat baik yang diaplikasi secara tunggal maupun campuran dengan diketahui sebanyak 229 spesies dari 70 famili tumbuhan.

Kumis kucing dan sambiloto dikenal sebagai 2 tumbuhan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk penanganan penyakit DM. Dari 34 provinsi, dilaporkan 31 provinsi sudah dilakukan survei etnofarmakologi.

Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur dilaporkan sebagai provinsi dengan jumlah ramuan herbal untuk penurunan gula darah terbanyak di Indonesia.

Sepuluh tumbuhan yang paling digunakan oleh masyarakat, selanjutnya dilakukan penelusuran studi pembuktian ilmiah pada penyakit DM dari para peneliti sebelumnya.

Pembuktian ilmiah tersebut mencakup aspek preklinik (in vitro dan in vivo), fitokimia (kandungan senyawa kimia), uji klinik, dan kajian toksikologi.

Dari kajian ini diharapkan menimbulkan rasa bangga atas kekayaan Indonesia baik dari sisi keanekaragaman hayati dan biodiversitas terutama kalangan muda.

Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan keinginan untuk mengembangkan potensi kekayaan alam Indonesia untuk aplikasi dalam bidang kefarmasian, seperti obat dan suplemen herbal. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/herb/pr-4463909986/eksplorasi-keanekaragaman-tumbuhan-obat-indonesia-untuk-diabetes-melitus-tanaman-apa-paling-banyak-digunakan?page=3 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: