LIPI: Ragam Riset Obat Herbal dan Suplemen Covid-19
Tanggal Posting : Sabtu, 28 November 2020 | 04:21
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 265 Kali
LIPI: Ragam Riset Obat Herbal dan Suplemen Covid-19
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) telah melakukan Sharing Session Riset Covid-19 pada Kamis 26 November 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) telah melakukan beragam riset dan inovasi dalam upaya penanggulangan virus Corona.

Berbagai klaster penelitian dibentuk untuk mengklasifikasikan riset-riset dari barbagai satuan kerja di bawah Kedeputian IPT. Guna berbagi informasi perkembangan seputar riset Covid-19.

Kedeputian IPT kembali menggelar sharing session dengan narasumber dari eksternal LIPI, sekaligus pemonitoran dan pengevaluasian riset Covid-19 Klaster Obat dan Suplemen Anti Covid-19, pada Kamis 26 November 2020.

Sharing session klaster obat dan suplemen anti Covid-19 ini dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia (P2K) LIPI, Yenny Meliana. Yenny mengemukakan harapannya agar acara ini bisa memberikan transparansi ke publik terkait apa yang sudah dilakukan LIPI.

Dirinya juga berpesan agar para peneliti tetap semangat, tetap sehat bekerja di masa pandemi. "Semoga riset LIPI dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Di sesi pleno acara ini hadir dua orang narasumber yaitu Tepy Usia dan Chaidir dengan moderator Rizna Triana Dewi. Tepy menjelaskan langkah-langkah strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di bidang obat tradisional dalam mendukung penanganan Covid-19.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik - BPOM ini mengatakan Indonesia sangat kaya akan potensi bahan alam.

"Ada 30.000 lebih spesies tanaman, yang menempatkan Indonesia ke dalam lima besar negara megabiodiversitas," ungkapnya. "Terdapat ramuan 25.821, tumbuhan obat 2.670 spesies tersebar pada 303 etnis di 24 provinsi, serta lebih dari 400 etnis di Indonesia memanfaatkan tumbuhan sebagai obat," imbuhnya.

BPOM melakukan dua strategi dalam mendukung penanganan pandemi Covid-19. Pertama, pendampingan uji pra klinik dan uji klinik. Kedua, komunikasi, informasi, dan edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

"Kepada pelaku sejak awal sudah disediakan mekanisme pendampingan dengan berlandaskan pada scientific justification dan independensi," terang Tepy.

Berita Terkait: Vaksinasi Hentikan Penularan: Rakyat Sehat, Ekonomi Bangkit

Berita Terkait: OMAI Phalecarps, Obat Herbal Kanker Payudara


"BPOM secara terus-menerus melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan obat bahan alam termasuk suplemen kesehatan untuk penanggulangan Covid-19, "pungkasnya.

Narasumber kedua, Chaidir menyampaikan riset jamu dan obat herbal untuk penanggulangan Covid-19. Kepala Program Teknologi Obat Herbal, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika - Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) sekaligus Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Humas BPPT ini mengatakan bahwa belum terdapat vaksin dan antiviral untuk pencegahan dan penanggulangan infeksi SARS-CoV-2.

"Dari hasil penelitian tanaman obat menunjukkan ada potensi jamu atau obat herbal dalam pencegahan penyakit akibat infeksi virus," ungkapnya. "Manfaat jamu atau obat herbal merupakan hasil keseluruhan kandungan polikimia metabolit sekunder terhadap berbagai target," tambahnya.

Sebagai penutup, Chaidir berharap agar LIPI dapat memimpin kegiatan penelitian di Indonesia guna menemukan formula obat anti Covid-19. (Sumber: http://kimia.lipi.go.id/news/read/ragam-riset-obat-herbal-dan-suplemen-anti-covid-19-lipi). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: