![]() |
| Lidah Buaya berkhasiat mengobati sakit kulit. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Lidah buaya umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau tanaman obat, lendir digunakan untuk penyubur rambut.
Tanaman yang sudah dibudidayakan ini juga ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat yang berudara panas. Lidah buaya mempunyai sekitar 300 spesies. Tanaman perennial, daun berumpun, tumbuh bisa mencapai 1 m.
Helai daun panjang berbentuk taji, tebal berdaging, getas, tepi bergigi kecil, ujung runcing, pangkal memeluk batang, permukaan berbintik-bintik, warna hijau, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, berkumpul di ujung batang. Perbungaan majemuk dalam tandan yang panjangnya 60-90 cm, berwarna kuning kemerahan.
Berita Terkait: Daun Babadotan Usir Bisul dan Eksim
Berita Terkait: OMAI HerbaKOF, Obat Herbal Mengandung Zat Aktif Reconyl
Jika daun lidah buaya yang berdaging tebal dikupas kulitnya, terdapat cairan kuning yang rasanya pahit (jika diproses menjadi obat bernama "aloes") dan bagian dalam menghasilkan gel pekat (jika diproses menjadi obat bernama "aloe vera gel"). Perbanyakan dengan pemisahan anakan.
Sifat dan Khasiat
Rasa pahit, sifat dingin, masuk meridian jantung, hati, dan pankreas. Berkhasiat menghilangkan panas hati, merelaksasi usus besar agar buang air besar (laksatif), antiradang, peluruh haid, dan parasitiside.
Cara Pemakaian
Untuk diminum, kupas kulit, cuci, lalu rebus 10-15 g daging daun. Untuk pemakaian luar, gunakan bubuk, serbuk, atau gel untuk pemakaian topikal seperti penyakit kulit (koreng, eksem, bisul, jerawat, psoriasis).
(Sumber: Dikutip dari Buku Ayo Mengenal Tanaman Obat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian - Jakarta: IAARD Press, 2012, Halaman 28-29). Redaksi JamuDigital.Com








