![]() |
| Simak yuks artikel ini cara meramu Temu Ireng untuk meningkatkan nafsu makan. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Temu Ireng atau dalam bahasa latin disebut Curcuma aeruginosa Roxb adalah tanaman yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki khasiat untuk meningkatkan nafsu makan.
Tanaman ini mempunyai perawakan semak dengan tinggi mencapai 14 m. Batang semu, terdiri dari pelepah daun, tegak, membentuk rimpang, hijau muda. Daun tunggal, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang ±20 cm, permukaan licin, pertulangan menyirip terdapat garis-garis cokelat membujur, hijau.
Bunga majemuk, berambut, tangkai 20-35 cm, mahkota panjang 2,5 cm, lebar 1,5 cm, kuning, kelopak silindris, bercangap tiga, tipis, ungu, pangkal daun pelindung putih, ujung daun pelindung ungu, ungu kemerahan.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: STIMUNO Menjaga Imunitas, Sebelum dan Sesudah Divaksin COVID-19
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Tanaman yang termasuk dalam genus Curcuma tumbuh di di bawah tegakan pepohonan dalam hutan hutan tropis dan subtropis atau pada tempat tempat yang ternaungi misalnya di tepian hutan dan perkebunan.
Tanaman ini tumbuh pada ketinggian hingga 1.150 mdpl, tumbuh baik pada tanah subur yang terairi dengan baik namun tidak toleran terhadap tanah yang digenangi air. Di Jawa, kelompok Curcuma mudah ditemukan di hutan-hutan jati pada ketinggian 400-750 mdpl. Temu Ireng mengandung kandungan kimia saponin, flavonoid dan polifenol di samping minyak atsiri.
Dosis: 1 x 1 ibu jari/hari. Dewasa dan anak > 11 tahun: 1 x 1 cangkir/hari. Anak usia 1-3 tahun 1 x 1 sdm (dari dosis dewasa)/hari. Anak usia 3-6 tahun 1 x 2 sdm (dari dosis dewasa)/hari. Anak usia 6-9 tahun 1 x ¼ cangkir (dari dosis dewasa)/hari. Anak usia 9-11 tahun 1 x ½ cangkir (dari dosis dewasa)/hari.
Cara pembuatan/penggunaan (untuk anak >11 tahun dan dewasa): Bahan dihaluskan, ditambah air hangat 1 cangkir, peras, saring dan endapkan beberapa saat. Bagian yang bening diambil, diminum 1 kali sehari. (Sumber: Formularium Ramuan Obat Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tahun 2017, Halaman 68-69). Redaksi JamuDigital.Com









