![]() |
| Tapak Dara memiliki kandungan kimia vinblastine dan vincristine secara umum digunakan untuk terapi antikanker. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Di Indonesia, tanaman Tapak Dara mungkin sudah tak asing lagi. Tanaman ini biasa tumbuh di halaman rumah warga atau semak-semak. Banyak orang mempercayai tanaman Tapak Dara ini dapat mengobati penyakit kanker.
Tapak Dara (Catharanthi Herba) dibeberapa daerah banyak dikenal dengan kembang tembaga, kembang bogor, kembang suri cina, kembang sedodu. Asal mula tanaman ini tidak diketahui secara pasti, kemungkinan berasal dari Amerika Tengah.
Tanaman ini tersebar luas di negara tropis dan tumbuh dengan baik di tanah berpasir. Di sejumlah Negara Amerika Tengah tanaman ini dibudidayakan untuk tujuan komersial untuk produksi senyawa vinblastine dan vincristine sebagai antikanker.
Tanaman Tapak Dara memiliki tinggi 0.2 – 0.8 m dan batangnya bercabang banyak. Tanaman ini bisa diperbanyak dengan biji, stek batang, atau akar. Batangnya berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang. Bentuk daun memanjang dengan bulu-bulu halus di kedua sisinya dan posisi daun saling berhadapan.
- Berita Terkait: Diet Mediterania Menurunkan Resiko Kanker Prostat
- Berita Terkait: Digitalisasi Jamu Mendunia
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Bunga Tapak Dara tumbuh di ketiak daun dan berukuran kecil, sepintas mirip telapak burung merpati sehingga tanaman ini dijuluki dengan Tapak Dara (telapak merpati). Pada umumnya bunga Tapak Dara berwarna putih dan ungu yang terdiri atas 5 kelopak.
Pada akar, batang, daun hingga bunganya mengandung berbagai zat kimia yang bermanfaat untuk pengobatan. Kandungan senyawa aktif Tapak Dara sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, geografis, dan unsur hara di dalam tanah. Hasil analisa fitokimia pada ekstrak daun Tapak Dara menunjukkan adanya kandungan tanin, triterpenoid, alkaloid (seperti vinblastine, vincristine, vinceine), dan flavonoid.
Menurut efek farmakologi vinblastine dan vincristine secara umum digunakan untuk terapi antikanker pada kasus chronic lymphatic leukaemia dan Hodgkin ’s disease. Senyawa ini juga efektif untuk kanker payudara.
Fraksi alkaloid herba Tapak Dara dosis 10 mg/kg secara intraperitonial dan 75 mg/kg BB secara oral aktif melawan leukemia sel Leuk-P1534 pada tikus percobaan. Uji klinik pada manusia (laki-laki dan perempuan), ekstrak daun Tapak Dara dosis 6 mg/m2 luas tubuh secara intravena, aktiv melawan kanker pada manusia.
Penyiapan dan Dosis: Ekstrak Tapak dara 6 mg/m2 luas tubuh secara intravena. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Ketiga Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2006, Halaman: 74-75). Redaksi JamuDigital.Com








