![]() |
| Ayo manfaatkan Biji Pala sebagai afrodisiak dengan menyimak artikel dibawah ini. |
JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Kekurangan gairah seksual dapat meresahkan dan mengganggu kehidupan laki-laki. Secara tradisional, Biji Pala (Myristica fragans Houtt) digunakan sebagai afrodisiak.
Dibeberapa daerah Biji Pala dikenal dengan falo (Nias), pala (Melayu), pala (Minangkabau), pahalo (Lampung), pala (Sunda), paala (Madura), palagana (Makasar), pala (Bugis), bubula, bubura, palo (Timor), baikor, kuhipun (Buru), gosora (Halmahera), gosora (Ternate danTidore).
Biji Pala merupakan habitus berupa pohon, tinggi mencapai 15 m, bertajuk rimbun. Batang tumbuh tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial dan berwarna putih susu. Daunnya tunggal berbentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing.
Tepi rata dengan panjang 8-10 cm dan lebar 3-5 cm, pertulangan menyirip, mengkilat, hijau. Bunga majemuk, berbentuk malai, tumbuh di ketiak daun, bunga jantan berbentuk periuk, bunga betina 1-2 helai, daun pelindung bulat, mahkota bertajuk dan berwarna kuning.
Buah licin, agak bulat, berwarna kuning, panjang 3-6 cm, lebar 3-5,5 cm. Biji kecil, bulat telur, kulit arilus berwarna putih kekuningan kemudian berubah menjadi merah tua, mengkilat dan berbau wangi, berwarna hitam kecokelatan. Akar tunggang berwarna putih susu.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: HerbaPOTEN: OMAI untuk Stamina Pria
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Minyak esensial Biji Pala mengandung senyawa antara lain monoterpen hidrokarbon: sabinen, a-pinen, p-pinen, kamfen, p-simen, p-felandren, y-terpinen, limonen, mirsen; monoterpen alkohol: 1,8-sineol; turunan fenil propana: miristisin, elemisin, safrol; turunan terpen: linalool, geraniol, 4-terpineol; dan asam lemak.
Sedangkan Biji Pala mengandung sejumlah senyawa predominan yaitu turunan alilbenzen dan propilbenzen (miristisin, safrol, eugenol dan turunan lainnya); asam lemak: asam laurat, miristat, pentadekanoat, palmitat, heptadekanoat, stearat, oleat. Senyawa lain yang terkandung dalam biji adalah saponin, polifenol, tanin, epikatekin, triterpenoat sapogenin.
Secara efek farmakologi, ekstrak etanol 50% Biji Pala dosis 100, 250 dan 500 mg/kg BB/hari diberikan selama 7 hari secara peroral pada tikus jantan yang normal secara seksual, kemudian dilakukan pengamatan terhadap perilaku kawin, libido, efek samping tukak lambung dan efek samping lainnya pada hewan uji dibandingkan dengan obat standar sildenafil sitrat 5 mg/ kg BB.
Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dosis 500 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan frekuensi mounting (jumlah tunggangan selama kawin), frekuensi intromission, intromission latency, ereksi, refleks penis, serta menurunkan secara signifikan mounting latency dan interval pasca ejakulasi.
Penyiapan dan Dosis: Infusa/dekokta: 1%, 50-200 mL/hari Ekstrak cair: 1-2 kali sehari. Minyak esensial: 1-3 tetes secara peroral, 2-3 kali sehari. Sirup: 10-40 mL/hari Tingtur: 2-10 mL/hari (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Ketujuh Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2012, Halaman: 14-16). Redaksi JamuDigital.Com









